Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata mengatakan akan mendalami temuan uang senilai Rp1,5 miliar saat operasi tangkap tangan (OTT) di Musi Banyuasin pada Jumat (15/10).

Dodi Reza Alex Nordin kini ditetapkan sebagai tersangka suap infrastruktur di Sumatera Selatan. “Uang Rp1,5 miliar itu masih didalami uang dari mana dan kaitannya dengan apa. Kita amankan melalui ajudannya,” kata Alex di KPK, Sabtu (16/10). Pernyataan Alex itu menjawab pertanyaan wartawan terkait apakah uang tersebut untuk dana parpol. Dodi Alex Noerdin sendiri merupakan Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Selatan.

Di sisi lain, dia mengingatkan soal aliran uang terkait dengan dinasti politik dan masalah pencalonan dalam setiap pemilihan kepala daerah. Alex menyampaikan uang tersebut ditemukan saat ajudan bupati, Mursyid, diminta Dodi untuk mengambil tas merah saat berada di Jakarta. Isi tas tersebut berupa uang tunai senilai Rp1,5 miliar. Terkait dugaan penggunaan uang untuk kepentingan politik, Alex mengatakan tak bisa membatasi seorang anggota keluarga dari satu partai politik untuk mengikuti Pilkada. Ia hanya meminta masyarakat untuk menghindari politik uang.

“KPK senantiasa jelang pilkada mengimbau masyarakat untuk hindari politik uang. Masyarakat diharapkan menolak tawaran dengan imbalan uang, calon juga kita harap tidak menjanjikan atau memberi sesuatu ke masyarakat sebagai pemilih,” kata Alex. Sebelumnya, KPK menetapkan Dodi Reza Alex Nordin sebagai tersangka suap proyek infrastruktur di Sumatera Selatan. KPK juga menetapkan 3 tersangka lainnya dalam kasus ini, yaitu Herman Mayori, Kadis PUPR Kabupaten Muba, Eddi Umari Kabid SDA/PPK Dinas PUPR Kabupaten Muba, dan Suhandi Direktur PT Selaras Simpati Nusantara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *