Menpora Timor Leste Osoria Florindo, Tokoh Nasional Timor Leste Ramos Horta, dan Pendiri SSB Bintang Timur Atambua yang juga Ketua Sport Inelegence PSSI Pusat Fary Djemi Francis, saat diskusi bersama tentang sepakbola Indonesia dan Timor Leste, di Timor Leste, Kamis (24/3).

Bintangtimur.news – Timor Leste – Menpora Timor Leste Osorio Florindo menyebut Ketua Sport Intelegence PSSI Pusat Fary Djemi Francis sebagai jembatan sepakbola Timor Leste dan Indonesia.

Perannya dalam membangun sepakbola Indonesia dan Timor Leste, sudah dibuktikan dengan adanya berbagai event sepakbola perbatasan, yang digelar di lapangan sepakbola SSB Bintang Timur Atambua.

“Kita berterima kasih dan beruntung dengan kepedulian Pak Fary dalam membangun sepakbola di perbatasan Indonesia. Dengan adanya infrastruktur sepakbola yang memadai di perbatasan, membuat kami dari Timor Leste terus datang ke Indonesia untuk bersama-sama bertanding, dan membangun sepakbola di daerah perbatasan,” ungkap Osorio dalam obrolan bersama Fary Djemi Francis, saat pertandingan persahabatan Masgibol NTT dengan Tim All Stars Timor Leste U-40, di Timor Leste, Sabtu (24/3).

Menurut Osoria yang sempat bermain melawan Masgibol ini, peran Fary Francis turut menentukan masa depan sepakbola Indonesia dan Timor Leste di kawasan perbatasan.

“Berbagai event akan terus digelar di daerah perbatasna, baik di Atambua, Indonesia atau di Timor Leste. Kami dan Pak fary sudah berdiksusi banyak, dan sedang kita gagas persiapan teknisnya seperti apa dalam membangun sepakbola di batas ini. Apakah pembangunan sumber daya manusia seperti pelatih, pemain, ataukah manajemen klub?,” ungkap  Osorio.

Fary Francis menilai, apa yang disampaikan Menpora Timor Leste merupakan cambuk bagi dia untuk terus bekerja dalam membangun sepakbola Indonesia dari batas negeri.

“Terima kasih atas apa yang sudah disampaikan Pak Osorio. Sebagai mantan pemain Persedil, dan kini menjadi pengurus PSSI Pusat, sudah menjadi tugas dan tanggung jawabnya untuk terus bersinergi dengan siapa saja dan dari mana saja, asalkan sepakbola NTT, Indonesia maju dan terus berkembang”

“Khusus untuk sepakbola Indonesia dan Timor Leste, saya memiliki niat sendiri untuk bersama-sama dengan teman-teman saya di Timor Leste yang kala itu bermain bersama di Persedil, membuat sepakbola di perbatasan ini jauh lebih maju. Apalagi saat ini, banyak teman-teman yang berada di FFTL (PSSI nya Timor Leste), tentu kemudahannya jauh lebih cepat,” ujar Fary yang juga Ketua Komisi V DPR RI ini.

Fary optimis, kebersamaan ini akan terus dilanjutkan dan sangat menentukan kemajuan sepakbola di daerah perbatasan.

“Proses demi proses akan kita lakukan. Semuanya bermuara pada kemajuan sepakbola dua negara yang dimulai dari daerah perbatasan,” ujar Fary. (AM7)