IFC menggaet KIF dengan tujuan untuk meningkatkan akses keuangan bagi warga Timor Leste yang belum tersentuh layanan perbankan di negara itu.

BINTANGTIMUR.NEWS, Jakarta. – International Finance Corporation (IFC) bagian dari kelompok Bank Dunia, belakangan mengumumkan bakal bekerjasama dengan Kaebauk Investmentu no Finansas (KIF) untuk meluncur layanan mobile banking pertama di Timor Leste. Nah, KIF itu sendiri, merupakan institusi keuangan nonbank pertama di negara tersebut.

IFC menyatakan, layanan mobile banking tersebut diharapkan dapat menjangkau lebih dari 50.000 warga Timor Leste. Sebab, ada sekitar lebih 70 persen warga Timor Leste hidup di pedesaan. Selain itu, pun banyak di antara mereka yang tidak memiliki akses ke layanan keuangan dasar untuk menabung, mengirim, atau menerima uang.

Oleh sebab itu, IFC menggaet KIF dengan tujuan untuk meningkatkan akses keuangan bagi warga Timor Leste yang belum tersentuh layanan perbankan di negara itu.

Menyoal kemitraan tersebut, ada kemungkinan besar KIF bakal meluncurkan layanan mobile banking dan branchless banking alias perbankan tanpa kantor.

Selain, bakal diluncurkan juga Kaebauk Osan, produk tabungan yang dimaksudkan untuk memberikan layanan keuangan bagi warga miskin, baik di kawasan pedesaan maupun urban. Produk ini, disinyalir akan fokus pada kaum wanita dan agribisnis Timor Leste yang bertumbuh, dengan kesempatan finansial bagi 10.000 orang petani.

“Melalui pengembangan mobile banking dan produk agribisnis yang ramah bagi kaum wanita, Timor Leste bisa mengejar diversifikasi ekonominya,” ujar Azam Khan, Country Director IFC untuk Indonesia, Malaysia, dan Timor Leste di Jakarta, Selasa (17/4).

Kaebauk Osan, produk tabungan yang dimaksudkan untuk memberikan layanan keuangan bagi warga miskin, baik di kawasan pedesaan maupun urban. Produk ini, disinyalir akan fokus pada kaum wanita dan agribisnis Timor Leste yang bertumbuh, dengan kesempatan finansial bagi 10.000 orang petani.
(Foto-dok:Istimewa)

Khan bilang, Timor Leste memiliki populasi muda. Lebih dari 50 persen dari jumlah penduduk adalah berusia di bawah 20 tahun dan banyak di antara mereka yang akan masuk ke dalam pasar tenaga kerja dalam beberapa tahun ke depan.

“Proyek ini memberikan cara bagi seluruh warga Timor Leste untuk mengelola keuangan dengan lebih baik dan menjadi pintu gerbang ke layanan keuangan lainnya, yang nantinya akan membantu menumbuhkan perekonomian,” kata Khan.

Asal tahu saja, KIF didirikan pada tahun 2001 untuk memberikan produk keuangan bagi masyarakat miskin baik di kawasan urban atau rural di Timor Leste. KIF memiliki 20 kantor cabang dengan debitur mencapai 12.462 orang dan portfolio kredit mencapai 15 juta dollar AS atau setara sekitar Rp 205,5 miliar. (RFN)