Bintangtimur.id – Kupang. Bertempat di hanggar Angkatan Udara Lanud bandara Eltari Kupang, Kamis (30/3) dilangsungkan acara pengukuhan pengurus Angkasa Footbal Club. Hadir dalam acara ini Ketua Departemen Sport Intelligence PSSI, Fary Francis, Askot PSSI Kota Kupang yg juga wakil walikota Kupang, Herman Man; GM Angkasa Pura, Wahyudi; Komandan Lanud Eltari Kupang, Kol (Pen) Jorry S. Koloay, S.IP berserta seluruh pengurus Angkasa FC dan undangan lainnya.

Dalam arahan selaku Pembina Angkasa FC, Komandan Lanud Eltari, Kol (Pen) Jorry S. Koloay, S.IP menjelaskan bahwa Angkasa FC  tidak eksklusif hanya untuk pihak Angkatan Udara maupun angkasa pura. Angkasa FC sudah menjadi milik warga Kota Kupang. Klub ini terbuka bagi siapa saja yang ingin bergabung. Karena itu, selaku pembina ia mendukung Angkasa FC untuk terlibat dalam berbagai kompetisi yang digulirkan di Kota Kupang maupun NTT. “Selain mendorong untuk ikut kompetisi, saya minta kepada para pengurus agar mulai fokus pada pembinaan pemain usia dini. Ini harus menjadi tekad bersama kita. Bahkan saya bermimpi Kelurahan Penfui, tempat hadirnya Angkasa FC ini harus menjadi kota olahraga.”

Harapan dan komitmen Danlanud Eltari selaku pembina Angkasa FC direspons oleh Ketua Askot PSSI Kota Kupang, yang juga wakil walikota Kupang, Herman Man. Menurutnya, Pemkot Kupang sangat mendukung kehadiran klub-klub sepak bola yang dikelola dengan baik di kota ini. Kehadiran klub ini adalah bukti bahwa perhatian masyarakat terhadap olahraga sepak bola semakin maju dan itu wujud partisipasi warga terhadap perkembangan sepak bola di kota ini.

“Saya dan walikota terpilih, bapak Jefry Riwukore sudah berkomitmen untuk menata dunia olahraga di Kota Kupang secara lebih baik. Tentu yang pertama kami diskusikan adalah mengenai anggaran untuk urusan olahraga di kota ini. Anggaran kita selama ini tidak mencapai 2 miliar per tahun untuk urusan semua cabang olahraga. Tentu sangat tidak maksimal dengan anggaran sebesar itu. Karena itu, komitmen saya dan pak Jefry untuk tingkatkan anggaran itu hingga 5 miliar per tahun.”

Menurutnya persoalan sepak bola NTT terbentur dengan 2 persoalan yakni pembinaan usia dini dan kompetisi rutin. Pembinaan sepak bola usia dini tak bernilai tanpa ada kompetisi rutin. Kita akan diskusikan agar skope Kota Kupang mesti ada kompetisi rutin sehingga bibit-bibit pemain dapat bertumbuh dan diasah lebih baik.

Sementara itu, Ketua Departemen Sport Intelligence PSSI, Fary Francis dalam arahannya menyatakan dukungan atas hadirnya Angkasa FC. “Minggu lalu saya di Barcelona melihat SSB-nya. Lalu beberapa hari lalu datang ke Kupang untuk menghadiri peresmian SSB Bali United Kristal. Hari Minggu kemarin bersama Wapres Jusuf Kalla meninjau proyek rehabilitasi stadion Gelora Bung Karno. Hari ini saya ada acara lain, tetapi saya geser karena saya merasa penting untuk hadir di sini, mendukung Angkasa FC untuk kemajuan sepak bola NTT.”

Menurutnya, ada beberapa catatan terkait sepak bola di tanah air dan di NTT. Pertama, terkai pembinaan usia dini. Ini mesti jadi fokus pengelolaan sepak bola di NTT. Kedua, kita butuh banyak pelatih yg benar dan wasit yg benar. Ketiga, mesti ada kompetisi yg didukung infrastruktur yg memadai. “Coba kita amati. Stadion Oepoi itu dari dulu sampe sekarang begitu-begitu saja. Bagaimana kembangkan sepak bola jika infrastruktur kurang memadai.”

Pendiri SSB Bintang Timur Atambua ini mengatakan hingga saat ini pemain yg terdata di PSSI hanya 62 ribu. Berapa pemain NTT yg terdaftar? Wasit seluruh Indonesia yang terdata, untuk wasit internasional hanya 5 orang; yang aktif 2 orang. Ini persoalan kita. Apa yang bisa kita lakukan? “Saya sudah mulai melakukan hal-hal kecil dengan kehadiran SSB di Atambua. Membangun lapangan bertaraf internasional. Sudah menyelenggarakan kursus pelatih lisensi D. Ini yang bisa kita buat untuk sepak bola di daerah sendiri.”

Untuk kehadiran Angkasa FC, atas nama PSSI saya nyatakan dukungan. Apalagi saya juga warga Penfui di sini. Tentunya apa yang dimulai manajemen Angkasa FC harus didukung. Pesan saya, kiranya Angkasa FC juga memperhatikan pengembangan pemain usia dini. Ini penting untuk kaderisasi pemain dan memunculkan bibit-bibit baru pesepak bola NTT.

Sekretaris Angkasa FC, Yuven Beribe menyatakan siap menyukseskan agenda sepak bola Kota Kupang ke depan. “Kami akan rapat lagi secara internal bagaimana peran Angkasa FC dalam persepakbolaan Kota Kupang dan dalam pembinaan usia dini. Tetapi momen hari ini menegaskan bahwa ada banyak pihak yang mendukung kami, terima kasih untuk semua dukungan itu.” (Iso)