Bintangtimur.id — Kupang. Provinsi NTT memiliki potensi pariwisata yamg sangat besar, namun sayangnya potensi tersebut belum dikelola maksimal. Mencermati itu, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) NTT bertekad untuk mendukung pengelolaan pariwisata bersama pemerintah.

Penegasan itu disampaikan Ketua Hipmi NTT Fahmi Abdulahi, kepada bintangtimur.id, Jumat (31/3), di Atambua.
Menurut Fahmi, potensi pariwisata NTT harus dikelola bersama dan serius oleh seluruh pelaku pariwisata. Hipmi akan bersinergi dengan pemerintah dalam pengelolaan yang lebih komprehensif dan profesional.

“Saat rakernas kemarin di Jakarta, Presiden Jokowi meminta kepada pengusaha yang tergabung dalam Hipmi agar lebih fokus dalam mendukung pengelolaan dan pengembangan pariwisata di Indonesia. Mencermati itu, kami Hipmi NTT siap mendukung dan terjun dalam bisnis pariwisata secara serius ” ujar pengusaha asal Makassar ini.

Menurut Owner Jabar Mart ini, dunia pariwsita yang bakal menjadi titik fokus Hipmi adalah perhotelan, restoran, jasa tur wisata, kampung wisata, pemuda pengusaha wisata, dan lapak wisata.
“Beberapa item itu yamg bakal kita kembangkan dalam mendorong pariwisata di NTT. Tentu Hipmi tidak bisa bekerja sendiri, karena itu, kerja sama dengan komponen lainnya menjadi prioritas utama,” ungkapnya.

Fahmi menambahkan, dia ingat betul pesan Presiden Jokowi agar pengusaha muda harus terjun dalam dunia industri pariwisata, retail, media, kuliner, online store. Karena, ke depan nanti bisnis ini yang bakal menjanjikan, dan hanya anak muda saat ini yamg bisa berada di bisnis itu.
“Untuk itu, kita harus siap mendukung rencana dari Presiden Jokowi ini,” kata Fahmi.

Owner Swissbell Inn Kristal Hotel David Fulbertus mengapresiasi langkah Hipmi NTT yang mau yerjun setius dalam mendukung pengembangan pariwisata di NTT.
“Kami pengusaha perhotelan tentu siap bersama kalau Hipmi mulai melirik potensi pariwisata di NTT. Tentu geliatnya bakal lebih besar kalau semua pengusaha sudah bergabung dalam dunia pariwsiata,” ujarnya.

David juga mengingatkan membangun pariwisata banyak hal yang harus disiapkan. Karena itu, Hipmi dengan kapasitas dan kemampuannya bisa memberi solusi terhadap permasalahan di pariwisata, salah satu contohnya adalah sumber daya manusia NTT.
“Kita juga masih terbatas dengan SDM yang siap terjun dalam dunia pariwisata, selain beberapa masalah lainnya seperti fasilitas, infrastruktur, dan promosi ” ungkapnya. (aps)