Bintangtimur.id—-Kupang—Ketua Komisi V DPR RI Fary Francis meminta warga masyarakat atau jemaat gereja agar tidak menjadi penonton dalam pengelolaan dana desa. Masyarakat harus terlibat aktif dalam pengelolaan dana desa.

“Dana desa diberikan pemerintah untuk kemakmuran rakyat. Karena itu, masyarakat desa harus lebih aktif dalam proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan di desa,” ujar Fary, saat berbicara dalam kegiatan Pendeta GMIT Suka Tani, di Sekolah Lapangan Nekamese, Sabtu (29/4).
50 pendeta GMIT hadir dalam kegiatan tersebut, atas kerjasama Kementerian Desa, GMIT, dan Sekolah Lapangan Nekamese.

Fary mengatakan, kegiatan Pendeta GMIT Suka Tani ini sangat bagus. Ini berarti ada keterlibatan gereja dalam kegiatan pembangunan pertanian di masing-masing wilayah pelayanannya.

“Kita harapkan setiap jemaat gereja dan pendetanya sebagai tokoh agama di desa, harus bersinergi dengan pemerintah desa, sehingga sejak proses perencanaan pembangunan sudah ada keterlibatan jemaat dan pendeta,” tegasnya.

Fary meminta setiap jemaat atau pendeta harus memanfaatkan betul dana desa. Karena, kehadiran dana ini untuk kemakmuran rakyat di desa tersebut. Caranya adalah, dana desa bisa dijadikan suntikan untuk kelompok pemberdayaan ekonomi atau kegiatan lain yang sudah disepakati bersama dalam musyawarah pembangunan desa (Musbangdes).

“Jemaat atau pendeta harus bersama-sama dengan kepala desa dan pendamping desa dalam pengelolaan dana desa. Karena, kepala desa dan pendamping desa merupakan elemen penting dalam pengelolaan dana desa,” ungkapnya.

Ketua Pemuda Tani Nasional ini juga berharap agar jemaat dan pendeta suka tani bisa mencontohi orang Jepang dalam pengelolaan pertanian modern.

“Yang perlu contohi adalah disiplin kerja, dan semangat kerja yang tidak hanya bicara di permukaan tapi terjun langsung ke masyarakat. Kalau kita sudah terjun langsung ke masyarakat, berarti kita tahu betul apa yang dibutuhkan dan apa yang harus dilakukan,” ujarnya.

Sementara Ketua Pemuda Tani Nusa Tenggara Timur Gabriel Beri Binna mengatakan, peran pendeta sangat besar dan penting dalam setiap aktivitas pembangunan. Karena itu, kerjasama dengan aparatur desa penting dilakukan agar apa yamg dibutuhkan desa bisa dibicarakan pendeta dan jemaat dalam kegiatan musyawarah desa.

Beri Binna menambahkan, sebagai pemuda tani NTT, pihaknya siap bersinergi dengan Pendeta GMIT Suka Tani, dalam rangka pengembangan dan pembangunan pembangunan desa.

“Kita semua bisa berperan dan bersama-sama dalam berbagai aktivitas pembangunan yang fokusnya untuk pembangunan desa dari bidang pertanian,” ujarnya. (aps).