Bintangtimur.id, Nagekeo — Warga Desa Tonggo khususnya di wilayah Tonggo dan Maubare gelisah.  Abrasi yang melanda dua wilayah tersebut semakin mendekati pemukiman warga.

Untuk mengantisipasi terjadinya eksodus warga, Pemerintah Kabupaten Nagekeo diminta untuk segera melakukan tindakan secepatnya.

“Kami sangat khawatir dengan kondisi yang terjadi saat ini. Air laut sudah samlai di dinding rumah warga di Dusun Tonggo. Kalau tidak segera dibantu dengan tembok penyokong, mungkin minggu depan ada warga yang sudah mengungsi,” ungkap Kepala Dusun Tonggo, Irwan Hasyim, kepada portal nasional bintangtimur.id, Senin (12/6).

Irwan menyatakan, kejadian ini sudah beberapa kali terjadi. Namun, kejadian kali ini lebih dahsyat dari kejadian lainnya. “Saya akan melapor resmi ke Pemerintah Nagekeo melalui Pemerintah Desa Tonggo, agar bisa secepatnya membantu kami di sini,” tegasnya.

Ketua RT setempat, Ahmad Effendi menambahkan, penyebab pastinya abrasi pantai ini belum mereka ketahui. Namun, dari pengalaman yang prangtua sampaikan, ini terhadi karena adanya angin tenggara yang melanda Pantai Selatan.

“Kami usulkan kalau bisa di sepanjang garis pantai ini dibangun bronjong atau tembok penyokong, agar bjsa memcegah abrasi yang lebih meluas lagi,” ungkapnya.

Effendi meminta setiap warga tetap waspada. Kalau seminggu ke depan terjadinya abrasi lebih kuat lagi, warga bisa saja diungsikan ke tempat yang aman.

“Potensi pengungsian warga sangat besar kalau tidak segera diambil langkah-langkah teknis oleh pemerintah. Kalau abrasi tambah besar lagi, kemungkinan kami mengungsi sangat besar,” tegasnya.

Warga lainnya Sudirman sangat berharap pemerintah bisa segera melihat abrasi yang terjadi ini. “Kalau terlambat, maka sebagian kampung ini tinggal kenangan saja,” tegasnya.  (aps)