Bintangtimur.id—-Kupang—-Badan SAR Nasional (Basarnas) berhasil mengevakuasi KM. El Shadai yang nyaris tenggelam di Selat Pukuafu, kabupaten Rote Ndao. KM. El Shadai yang berangkat dari Kupang menuju Rote Ndao mengalami kerusakan mesin, sehingga kapal terapung kurang lebih empat jam. Kapal ini memuat bahan bakar minyak, dengan jumlah anak buah kapal (ABK) empat orang. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Menurut anggota DPRD NTT Hamdan Batjo yang menginformasikan kejadian ini kepada bintangtimur.id, Minggu ((/7), sekitar pukul 01.00 Wita dia mendapat informasi bahwa KM. El Shadai mengalami kerusakan mesin, dan kondisi kapal nyaris tenggelam di Selat Pukuafu. Setelah mengecek kebenaran informasinya, dia langsung berkoordinasi dengan Badan SAR di Kupang, KPLP Kupang, dan Syahbandar Kupang.

Usai koordinasi, tiga lembaga tersebut dengan mmasing-masing kapalnya, menuju lokasi terapungnya kapal El Shadai.. Setelah pencarian selama empat jam, sekitar pukul 04.00 Wita, Kapal Basarnas berhasil menemukan KM El Shadai yang sedang terapung.

“Kita patut bersyukur dan berterima kasih atas kecepatan dan kesigapan aparat Basarnas, Syahbandar, dan KPLP, yang cepat merespons informasi yang disampaikan dan bergerak cepat mencari kapal yang diduga tenggelam tersebut. Ternyata, berkat kesigapan mereka, kapal itu bisa dievakuasi dan tidak ada korban jiwa,” tegas Hamdan.

Hamdan juga meminta kepada Pemerintah Provinsi NTT untuk memberi reward kepada tiga lembaga tersebut yang berhasil mengatasi persoalan yang membahayakan jiwa manusia. “Kita beruntung memiliki aparat yang cepat dan tepat seperti Basarnas, KPLP, dan Syahbandar. Apa jadinya kapal dan ABK apabila tidak segera dievakuasi Basarnas,” ujarnya.

Hamdan juga meminta kepada pemilik kapal agar tidak nekat berlayar selama kondisi alam tidak memungkinkan. “Jangan nekat berlayar kalau kondisi alamnya sangat tidak bersahabat. Kita hanya takut kejadian seperti kapal itu saja, atau tidak bisa tertolong,” tegasnya.

Sementara Kepala Syahbandar Rote Ndao Mus Dami membenarkan informasi tersebut. “Informasi itu memang benar, dan kami bersama tim Basarnas dan KPLP berhasil mengevakuasi kapal tersebut, sehingga tidak ada korban jiwa,” ujarnya.

Mus meminta agar berkoordinasi langsung dengan Basarnas atau Sahbandar Kupang, sehingga lebih detil dan jelas kronologisnya. “Saya sarankan agar bisa koordinasi langsung dengan komponen terkait yakni Syahbandar Kupang dan Basarnas, sehingga kebenaran informasinya betul-betul terjaga,” ungkapnya. (aps)