Tanpa melupakan adat dan budaya yang sudah menjadi jatidiri masyarakat Malaka, pun pasangan Esthon-Christ disambut dengan prosesi adat istiadat Malaka. (Foto-dok:Istimewa)

BINTANGTIMUR.NEWS, Malaka – Tak ada yang istimewa dari lawatan Ir. Esthon Foenay dan Drs. Christ Rotok ke kecamatan Weulun, Kabupaten Malaka, dalam rangka masa kampanye terbatas. Boleh jadi, kedatangannya ini bahkan jauh dari kesan mewah seperti pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur lainnya. Ini menariknya, tanpa diduga-duga kehadiran rombongan Paslon nomer urut 1 ini begitu di sambut dengan meriah. Banyak warga yang berhamburan berteriak histeris, menyambut langsung kedatangan Esthon-Christ. Luar biasa, memang.

Sejauh pantauan bintangtimur.news, minggu (18/2). Masa pendukung dan para simpatisan, hadir menyambut kadatangan paket Esthon-Christ dengan begitu antusias. Jika bisa diibaratkan, bagai pahlawan menang perang yang pulang dari medan pertempuran. Lantas, keduanya pun disambut dengan hingar bingar kemeriahan. Tak sedikit, masyarakat baik tua atau muda, pria atau wanita yang berteriak histeris dengan meneriakan ‘Esthon-Christ pasti menang’ hingga tak terhitung dengan dengan jari, begitulah yang didengar.

Tanpa melupakan adat dan budaya yang sudah menjadi jatidiri masyarakat Malaka, pun pasangan Esthon-Christ disambut dengan prosesi adat istiadat Malaka. Di tengah prosesi adat itu, lagi-lagi terdengar teriakan histeris yang meneriakan ‘Esthon-Christ harga mati, pasti menang’.

Ada yang menarik dari investigasi langsung bintangtimur.news dilapangan, beberapa warga yang berhasil ditemui secara acak dan ditanya-tanya seputar paket Esthon-Christ ini mereka (warga) menyebutkan hal yang serupa, “saya dan keluarga besar, siap dukung pak Esthon-Christ, dan kami pasti coblos nomor satu” ujar salah satu warga yang tak ingin namanya disebutkan, minggu (18/2).

Lantas, salah satu keluarga yang berhasil di temui dirumahnya siang itu. Sang Ibu mengatakan, “kami sekeluarga, pasti pilih Esthon-Christ karena kami berterima kasih sekali kepada Bapak Fary dan Pak Esthon. Berkat pak Fary, anak saya bisa pandai bermain bola di Sekolah bola bapak Fary”, ujar seorang Ibu yang tak ingin namanya ditulis. (RFN)