Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemi Francis, didamingi Walikota Kupang dan Kepala Balai Jalan Nasional, saat memantau kondisi jalan di pertigaan Lampu Merah Dutalia, yang menjadi langganan "kolam"

Bintangtimur.news – Kupang – Setiap musim hujan selalu ada “kolam” di Jalan Timor Raya. Selama itu pun belum ada respon positif dari Pemerintah Kota Kupang dan Provinsi NTT.

Baru-baru ini, “kolam” itu pun kembali muncul. Di tengah-tengah kolam itu akhirnya ditanam pohon pisang oleh warga yang tidak dikenal, dan digantung papan bertuliskan “RIP Pemerintah Provinsi NTT”.

Informasi ini pun berkembang di media sosial, akhirnya didengar langsung Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemi Francis.

Usai melakukan kunjungan di Desa Letmafo Timur Kabupaten TTU saat paginya, siang hari bersama warga di Desa Aplasi TTU, dan petangnya di Desa Benlutu, Kabupaten TTS.

Menjelang malam, Jumat (23/2), sudah berada di Kota Kupang. Walaupun rasa penat dan lelah menghantui, Ketua Komisi V DPR RI  Fary Djemi Francis mengajak Kepala Balai Jalan Nasional Wilayah X NTT Kementrian PUPR, Bambang Nurhadi dan Walikota Kupang Jefry Riwukore, meninjau lokasi genangan air di pertigaan lampu merah Pulau Indah, Jalan Timor Raya yang sedang vitral itu. 

“Mengapa walau malam saya mesti ke sana? Karena saya sudah sering mendengar banyak keluhan warga soal kondisi jalanan itu dan genangan air yang begitu parah. Kondisi semacam ini tidak harus dibiarkan begitu lama. Mesti ada langkah tanggap untuk mengatasinya. Apalagi warga mulai menanam pisang dan menuliskan kata-kata “RIP Pemerintah Provinsi” di sisi jalanan langganan air tergenang itu,” ungkap Fary.

Mencermati itu, Fary meminta kepada Walikota Kupang agar secepatnya mengirimkan surat kepada Menteri PUPR untuk penanganan tanggap darurat, dan mendorong pihak Balai Jalan Nasional untuk melakukan perbaikan sementara pada ruas jalan nasional tersebut, sambil menanti perencanaan perbaikan permanen yang dimulai bulan April 2018 nanti.

“Langkah-langkah cepat untuk penanganan sementara harus kita lakukan, agar kejadian seperti ini tidak terus berulangtahun di daerah kita ini,” tegas politisi Partai Gerindra ini.

Menurut Sekretaris Fraksi Gerindra DPR RI ini, selain pertigaan Pulau Indah, ada beberapa spot genangan lain di Kota Kupang seperti di Jalan Timor Raya (depan RM. Kelapa, depan Oriental, Pertigaan Tugu Oesapa) dan Jalan WJ Lalamentik (depan hotel Romytha).

“Saya akan menyampaikan hal ini kepada Menteri PUPR agar infrastruktur Kota Kupang segera dibenahi khususnya di lokasi-lokasi genangan di jalan nasional sehingga tidak mengganggu kenyamanan dan keamanan warga kota dan luar kota bila bepergian atau beraktivitas di Kota Kupang,” ungkap Fary.

Fary juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan Balai Jalan Nasional dan  respon cepat Walikota Kupang terhadap laporan warga.

“Tugas kita sama-sama berjuang untuk kebaikan kota ini dan kenyamanan warga Kota Kupang. Kita mohon dukungan dan doa dari warga Kota Kupang agar proses ini cepat tuntas,” ujarnya. (AM7)