Ilustrasi (Ilustrasi-dok:Istimewa)

BINTANGTIMUR.NEWS, Labuan Bajo. – Dikabarkan, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) tengah berupaya menggenjot perekonomian daerah Manggarai Raya. Lihat saja, hal itu ditenggarai dengan perkembangan pembangunan jaringan transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) sebesar 150 KV berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu hingga Labuan Bajo.

Dari data yang diterima bintangtimur.news, Kamis (29/3). Menyoal Perkembangan pembangunan jaringan transmisi SUTT yang dibangun PLN itu, ada dua proyek jalur SUUT. Pertama, SUUT 150 KV Ruteng – Ulumbu ada 72 titik tower dimana keseluruhan perkembangannya telah mencapai 100 persen. Kedua, adalah SUTT 150 KV Ruteng – Labuan Bajo sebanyak 230 titik tower, pun perkembangan pembangunannya saat ini sudah mencapai 96,4 persen.

Direktur Bisnis Regional Jawa bagian Timur, Bali dan Nusra, Djoko R Abu Manan mengatakan, jaringan transmisi listrik sepanjang kurang lebih 210 kilometer sirkit (KMS) dengan jumlah tower transmisi sebanyak 302 unit tower ini menghubungkan PLTP Ulumbu 4 x 2,5 MW di Kabupaten Manggarai Raya, Gardu Induk 70 kV Ruteng dan Gardu Induk 70 kV Labuan Bajo. Selain itu, jaringan transmisi ini juga merupakan bagian dari pembangunan jaringan transmisi Sistem Pulau Flores yang mulai dibangun pada tahun 2013 yang membentang dari Labuan Bajo di bagian barat sampai ke Kota Larantuka di bagian timur Pulau Flores.

“Insya Allah Interkoneksi Ruteng – Labuan Bajo bisa kami selesaikan pada Mei 2018. Kami harapkan dengan interkoneksi ini, akan memperkuat sistem Flores dan tentu dapat meningkatkan geliat aktivitas ekonomi di daerah Manggarai Raya,” Kata Djoko, Kamis (29/3).

Asal tahu saja, jaringan transmisi SUTT PLTP Ulumbu – Ruteng – Labuan Bajo berpotensi besar dalam penguatan sistem karena menginterkoneksikan semua pembangkit dengan Gardu Induk di Wilayah Manggarai Raya. Penguatan ini sebagai bagian dari Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN NTT tahun 2018-2027.

Djoko bilang, di Manggarai, terdapat dua pembangkit yang berkapasitas yang besar yakni PLTP Ulumbu dengan total kapasitas 10 MW dan PLTMG MPP Flores – Labuan Bajo berkapasitas 20 MW yang direncanakan beroperasi pada bulan Mei 2018. Untuk membangun sistem yang handal, diperlukan jaringan transmisi untuk menghantarkan daya yang dibangkitkan dari kedua pembangkit tersebut ke pelanggan.

Djoko yakin betul, beroperasinya transmisi ini bisa menurunkan biaya pokok produksi (BPP) dari BBM sekitar Rp 2,4 miliar per bulan dengan penyerapan beban daya PLTP Ulumbu pada LWPP line charge sampai ke Labuan Bajo. Transmisi ini, pun bisa meningkatkan peluang peningkatan pariwisata Labuan Bajo dengan potensi pelanggan potensial sebesar 5,2 MW.

Lantas, estimasi ini berpotensi akan lebih tinggi apabila melihat gencarnya pembangunan hotel-hotel, pelabuhan. Transimisi ini pun akan dapat meningkatkan optimalisasi pembangkit EBT (PLTP Ulumbu) serta meningkatkan harga jual rata-rata sebesar Rp 1.247/kWh.

“PLN menargetkan pada 2019, seluruh kabupaten di Pulau Flores dapat menikmati pelayanan listrik yang handal dari keberadaan jaringan transmisi yang terhubung secara interkoneksi dan juga perluasan jaringan tegangan menengah ke desa-desa yang belum berlistrik melalui program Listrik Desa (Lissa)”ujar Djoko. (RFN)