POS KUPANG.COM, MBAYSurat Keputusan Bupati Nagekeo Nomor:374/KEP/HK/2016 tanggal 16 Desember tahun 2016 menuai masalah. SK tentang Petani Penerima Lahan Daerah Irigasi Mbay Kiri itu ditentang masyarakat Kelurahan Mbay I, masyarakat local di lokasi Daerah Irigasi Mbay Kiri.

 

Penyebabnya, penerima lahan yang tertuang dalam SK itu didominasi warga dari kelurahan lain. Sementara dari Kelurahan Mbay I hanya diakomodir 14 orang dari 150 orang penerima lahan di D.I Mbay Kiri.

 

Warga yang terkena dampak Pencetakan sawah Mbay Kiri yang mendapat informasi soal ketimpangan pendistribusian lahan itu, Rabu (28/12/2016) siang langsung berkumpul di lokasi .

 

Sementara Pemerintah Daerah Kabupaten Nagekeo terkesan masa bodoh dengan keberatan warga. Hampir semua pejabat yang ditemui perwakilan warga melimpahkan tanggung jawab kepada Bupati Nagekeo,Elias Djo.

Sementara warga yang terkena dampak melakukan protes di lokasi, Pemkab Nagekeo sibuk membagi-bagi lahan di Kantor Bupati Nagekeo. Pembagian lahan dilakukan dengan cara mengundi. Warga yang memadati lokasi menegaskan, mereka siap mati di lokasi demi mempertahankan lahan yang ada