Anggota DPRD NTT Jefry Un Banunaek (foto : fox NTT)

Bintangtimur.news – Kupang – Anggota DPRD NTT asal Kabupaten Timor Tengah Selatan Jefry Un Banunaek meminta Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) untuk menuntaskan semua proses yang berkaitan dengan percepatan pembangunan Bendungan Temef, di Desa Oenino, Kecamatan oenino, Kabupaten TTS.

“Kita berharap proses pembangunan Bendungan Temef segera tuntas. Pemerintah Kabupaten harus membantu teknis bersama pelaksana proyek, sehingga proses pekerjaan bendungan ini dapat berjalan. Harapan kita semua, bendungan ini segera jadi dan dapat dimanfaatkan penggunaannya oleh masyarakat,” ujar Jefry, kepada bintangtimur.news, kemarin.

Menurut Jefry, sesuai hasil koordinasi dengan Balai Sumber Daya Air, proses tender sudah selesai dilakukan. Saat proses pengerjaan mulai berjalan, ternyata ada permasalahan di area genangan air, karena itu dipending sementara untuk menuntaskan permasalahan ini.

“Setelah saya koordinasi, ternyata prosesnya memang sudah dimulai, hanya dipending sementara karena permasalahan area genangan yang dilakukan perhitungan ulang. Kalau sudah tuntas, mungkin bisa segera dilaksanakan,” ungkap Jefry.

Jefry menambahkan, kehadiran Bendungan Temef tidak terlepas dari peran Ketua Komisi V DPR RI asal NTT Fary Djemi Francis.

“Kita bersyukur memiliki anggota DPR RI asal NTT seperti Pak Fary yang selalu turun ke masyarakat, melihat langsung kebutuhan riil masyarakat. Contohnya Bendungan Temef ini. Saya bersama Pak Fary pernah turun bersama untuk memantau langsung Bendungan Temef, agar proses pengerjaan ini segera tuntas,” ujarnya.

Sementara Bupati TTS, Ir. Paul Mella, mengharapkan dalam pembangunan Bendungan Temef di Desa Oenino, Kecamatan Oenino, melibatkan masyarakat dan pengusaha lokal. Hal ini untuk memberdayakan masyarakat dan pengusaha lokal.

Terkait jenis pekerjaan yang diberikan, Bupati Mella mengatakan, pekerjaan diberikan sesuai kriteria dan spesifikasi pekerjaan atau tugas yang bisa dikerjakan.

Sementara Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan pemerintah sudah melelang proyek strategis nasional  Bendungan Temef di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

“Temef sudah di lelang dan tinggal tandatangan kontrak pada Desember 2017 agar mulai Januari 2018 bendungan raksasa itu sudah bisa dikerjakan,” kata Menteri Basuki

Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemi Francis mengatakan, Bendungan Temef merupakan satu dari tujuh alokasi proyek strategis nasional pembangunan bendungan di NTT, selain Bendungan Raknamo dan Bendungan Manikin di Kabupaten Kupang, Bendungan Rotiklot di Kabupaten Belu.

Selain itu, dua bendungan di Pulau Flores yakni Bendungan Napunggete di Kabupaten Sikka dan Bendungan Lambo di Kabupaten Nagekeo.

“Sementara pada lima tahun ini ada tujuh bendungan di NTT dari 49 prgram nasional, semakin banyak yang dibangun pasti semakin baik. Kita tentu berharap dukungan dari semua komponen agar proses ini berjalan aman dan lancar,” katanya. (AM7)