Ketua Komisi v DPR RI Fary Djemi Francis (duduk depan), saat dialog dengan warga Pulau Semau di Desa Bokonusan, Minggu (6/1).

Bintangtimur.news – Kupang – Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemi Francis mengungkapkan salah satu wilayah di NTT, khususnya di Kabupaten Kupang yang selalu jadi perhatian Komisi V DPR RI adalah Pulau Semau.

Karena itu, setiap tahun anggaran, selalu ada program pembangunan dari Pemerintah Pusat yang disetujui Komisi V DPR RI.

“Setiap tahun anggaran, saat rapat kerja dengan mitra kami di Komisi V, untuk Pulau Semau ini selalu ada usulan dari berbagai bidang di Kementerian PUPR . Tentu saja usulanm tersebut berdasarkan kajian komprehensif dari mitra kami. Sebagai Ketua Komisi V , saya tinggal mengetuknya sebagai tanda setuju,” ungkap Fary, saat dialog dengan warga Semau di Desa Bokonusan, Semau, Kabupaten Kupang, NTT, Minggu (6/1).

Menurut Fary, berbagai kegiaytan pembangunan melalui bantuan APBN sudah dikerjakan di Pualau Semau seperti, bantuan Dana PPIP, pembangunan embung, Dermaga Fery Hansisi, bantuan Stimulan bagi rumah rakyat, dan pengerjaan infrastruktur lainnya.

“Tahun 2019 ini ada bantuan lagi untuk 200 rumah bagi warga Semau yang tersebar di 8 Desa,” ungkap Fary.

Menurut Fary, komitmen dirinya untuk terus membantu warga Semau, karena ingin meretas ketertinggalan di Pulau Semau.

“Komitmen seperti ini terus kami lakukan, selama masih dipercaya menjadi anggota DPR RI,” ungkap Fary yang juga Ketua Fraksi Gerindra MPR RI ini.

Tokoh masyarakat Semau Agusberd Ngefak, mengungkapkan, Fary Francis sudah berbuat banyak untuk Pulau Semau. Pada periode pertamanya, melalui dana PPIP membantu pengerjaan jalan aspal di Desa Bokonusan. Fary Francis juga membantu memperjuangkan Embung di beberapa desa di Pulau Semau dan Dermaga Fery Hansisi.
Sedangkan pada periode kedua, Fary Francis memperjuangkan pelayaran rutin Fery ke Pulau Semau, juga bantuan stimulan rumah bagi masyarakat, embung di desa-desa, dan Infrastruktur lainnya. 

“Saya menyaksikan ini, karena saya dua kali menjabat sebagai kepala desa di Desa Bokonusan, dan saya tahu persis bagaimana perjuangan bapak Fary Francis selama ini. Jadi kalau ada orang yang mengaku-mengaku bahwa dia sudah bangun banyak hal di Pulau Semau itu omong kosong,” tegasnya. 

Marga Beeh

Sejak 2012, Ketua Komisi V DPR RI, Fary Francis mendapat penyematan Marga Beeh oleh masyarakat Desa Bokonusan, Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang.

“Pemberian Marga Beeh, karena sudah menganggap Fary Francis sebagai keluarga dekat dan bagian penting dari masyarakat Pulau Semau,” ungkap Pdt. Mess Beeh, sesepuh marga Beeh, dan Don Beeh, tokoh pemuda Marga Beeh, di Desa Bokonusan. 

Keduanya mengatakan, Fary Francis sudah terikat dengan masyarakat Semau karena sudah memiliki marga di Semau, sehingga wajib hukumnya memperjuangkan pembangunan di Pulau Semau.

“Belum menjadi warga Semau saja sudah memperjuangkan banyak hal untuk Pulau Semau, apalagi sudah menjadi bagian penting dari warga Semau, tentu banyak hal yang akan Bapak Fary bantu untuk kami di Semau ini,” ungkap keduanya.

Fary Francis berterimakasih kepada keluarga besar Beeh yang sudah mendaulat dirinya masuk dalam Keluraga Besar Beeh. Baginya, didaulat sebagai marga Beeh adalah sebuah kepercayaan dan tanggungjawab besar yang harus dijalankan untuk Semau.

“Masuk dalam Marga Beeh bukanlah hal yang gampang. Bagi saya merupakan sebuah kepercayaan dan tanggung jawab untuk memperhatikan Desa Bokonusan ini secara khusus dan Pulau Semau pada umumnya. Kalau sudah didaulat, maka saya adalah anak desa Bokonusan, yang harus memperhatikan dan pembangunan desa ini, terutama Pulau Semau,” ungkapnya. 

Sebagai anak Bokonusan dirinya mengajak masyarakat untuk satu hati dan bersama-sama memperhatikan berbagai pembangunan di desa Bokonusan, terutama di Pulau Semau. 

“Kami terus berkomitmen membangun Pulau Semau, selagi masih menjabat sebagai Ketua Komisi V DPR RI. Kami berharap selalu ada kerja sama yang baik masyarakat dengan Pemerintah Desa, agar apa yang dicita-citakan di Pulau Semau, dapat terwujud,’ tegasnya.

Fary mengakui , masih banyak hal yang belum dia tuntaskan di Pualau Semau ini. Karena itu, dia meminta dukungan dan doa dari warga Semau agar semua proses tersebut bisa berjaan lancar.

“Saya meminta dukungan doa dari seluruh masyarakat Semau, agar saya bisa menyelesaikan tugas saya sebagai ketua Komisi V DPR RI dengan baik hingga bulan September 2019. Saya berharap, diakhir tugas saya sebagai ketua Komisi V DPR RI, dapat memuaskan masyarakat NTT. Karena, sebagai ketua Komisi V DPR RI, saya tidak mengemban tanggungjawab bukan saja bagi masyarakat NTT, tetapi seluruh masyarakat Indonesia,” ungkapnya.  (AM7/*)



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here