Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT Muhammad Ansor bersama anggota Komisi V Winston Rondo, saat memantau langsung ruang kelas SMA Tunas Harapan yang nyaris ambruk, di Kelurahan Manutapaen, Kota Kupang, Jumat (1/2/2019) foto istimewa

Bintangtimur.news – Kupang  – Hujan lebat selama tiga hari terakhir membuat  ruang kelas SD,SMP, dan SMA Tunas Harapan Kelurahan Manutapen, Kecamatan Alak, Kota Kupang, nyaris ambruk. Kondisi itu membuat kepala sekolah meliburkan siswa selama tiga hari.

Mendengar informasi tersebut, Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT Muhammad Ansor dan anggota Komisi V DPRD NTT Winston Rondo langsung terjun ke lokasi

Sesuai hasil pantauan, menurut Winston, ada tiga ruang kelas yang kondisinya rusak berat, dan dikhawatirkan  ambruk. Kondisi tersebut disebabkan karena bangunan ruang kelas tersebut dibangun di daerah curam, pinggir Daerah Aliran Sungai (DAS).

Dampak dari kondisi tersebut, Kepala Sekolah SMA Tunas Harapan  Jonisius Nenabu meliburkan siswa yang berjumlah sekitar 300-an siswa. 

Mencermati itu, Komisi V DPRD NTT meminta Badan Penangguangan Bencana Daerah (BPBD) untuk membantu tenda darurat agar bisa difungsikan untuk proses belajar dan mengajar selama proses rehabilitasi.

 “Kita melihat langsung kondisi sekolah itu, memang sangat memprihatinkan. Kita berharao aktivitas sekolah tidak boleh libur, maka kita minta BPBD sekitar hari Senin nanti membantu tenda darurat terlebih dahulu  untuk belajar mengajar,” ungkap Winston, politisi Partai Demokrat ini.  

Selain itu, Komisi V juga meminta Pemerintah bisa mengalokasikan dana untuk membantu membangun tambahan tiga ruang kelas pada tahun anggaran 2019.

“Untuk bangun ruang kelas baru butuh tanah yang aman. Untuk itu, diminta masyarakat atau pemerintah bisa memfasilitasi agar bisa mendapatkan hibah tanah di sekitar sekolah lama tersebut,” ujarnya.

Winston juga berjanji akan berkoordinasi dengan Balai DAS agar bisa membantu membuat brnjong di sepanjang aliran sungai, di areal sekolah SMA Tunas Harapan.

Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT Muhammad Ansor menegaskan, tugas dan kewenangan mereka adalah mendengar adanya informasi berkaitan dengan kondisi masyarakat, dalam kesempatan pertama mereka harus berada di masyarakat.

“Itu memang tugas kami sebagai wakil rakyat. Setelah kami mendengar informasi dari masyarakat bahwa ada sekolah yang nyaris ambruk, saya langsung koordinasi dengan teman-teman anggota Komisi V lainnya untuk bergerak meninjau langsung lokasi itu,” tegas Ansor.

Dia meminta pemerintah agar secepatnya membantu penanganan pertama di SMA Tunas Harapan.

“Kita akan koordinasi dengan BPBD dan Balai DAS untuk membantu kesulitan yang dialami sekolah tersebut. Pihak sekolah siap memfasilitasi berkaitan dengan kondisi lapangan, misalnya kalau butuh tanah alternatif, mereka bisa usahakan,” ungkap Ansor.

Kepala Sekolah SMA Tunas Harapan, Jonisius Nenabu meminta dukungan dan bantuan Pemerintah Provinsi NTT, agar aktivitas belajar dan mengajar di sekolahnya tidak terhenti.

“Terima kasih atas kunjungan langsung Bapak Dewan NTT. Kami berharap agar kami bisa dibantu. Kasihan 300 lebih siswa kami disini terpaksa kami liburkan agar tidak mengganggu jiwa mereka,” ujarnya. (AM7)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here