Inilah sebagian Kawasan Alorawe (difoto dari sungai) yang diusulkan jadi alternatif pembangunan waduk selain Waduk Lambo.

Bintangtimur.news – Kupang – Tokoh Adat dan tokoh masyarakat Desa Alorawe mengusulkan agar Kawasan Alorawe bisa dijadikan Waduk, selama proses pembuatan Waduk Lambo belum tuntas.

Bagi mereka, pembangunan waduk merupakan program Pemerintah Pusat yang wajib didukung, karena tujuannya untuk kesejahteraan rakyat.

Komitmen ini disampaikan Tokoh Masyarakat Nagekeo Herman Jos Dema Goa kepada bintangtimur.news, Selasa (5/2).

Menurut Herman, proses pembangunan Waduk Lambo yang sampai saat ini masih tersendat membuat dia dan tokoh adat Alorawe mengusulkan Kawasan Alorawe menjadi alternatif selain Waduk Lambo.

Dalam diskusi bersama tokoh adat Alorawe yaitu Kornelis Mengi, Rafael Radjo, Damianus Bele, dan Baltasar Nuga, mereka menyetujui kalau wilayah Alorawe dijadikan salah satu alternatif untuk dibangun waduk. Bahkan, mereka menyatakan siap pindah ke wilayah lain yang disediakan pemerintah, asal bisa membangun fasilitas perumahan, tempat ibadah, sarana pendidikan, kesehatan, dan fasilitas umum lainnya.

“Saya sudah berdiksusi dengan saudara saya para tokoh adat itu, dan mereka sangat antusias mendukung kalau Kawasan Alorawe mau dibangun Waduk. Bagi mereka, progam pemerintah harus didukung, karena tujuan besarnya untuk kesejahteraan rakyat,” ujar Herman.

Herman menambahkan, kawasan Alorawe sangat luas dan cocok dengan rencana pemerintah mau membuat waduk. Apalagi, kawasan ini sudah dikelilingi tebing-tebing yang tinggi, serta adanya aliran sungai yang menuju ke Bendungan Sutami Mbay.

“Secara teknis dan resminya memang belum ada kajian dari pemerintah. Namun, kalau dilihat topografinya, kami sangat yakin, kalau pemerintah mau lihat dan dijadikan alternatif, Alorawe memang pantas,” tegasnya.

Herman menambahkan, berkaitan dengan usulan alternatif tersebut, dia sudah komunikasi non formal dengan Bupati dan Wakil Bupati Nagekeo. Secara prinsip, mereka menyetujui usulan itu. Namun, semua proses itu harus dilakukan secara formal, agar bisa dijadikan salah satu alternatif selain Waduk Lambo.

“Saya sudah sampaikan langsung juga ke Pak Bupati, dan direspon baik . namun, proses ini harus dilakukan secara formal, agar Kawasan Alorawe bisa dijadikan alternatif selain Waduk Lambo.

Untuk mempercepat Kawasan Alorawe dijadikan alternatif pembangunan Waduk selain waduk Lambo, dia bersama tokoh adat mengundang Ketua Komisi V DPR RI untuk memantau langsung kawasan ini, serta tim teknis dari Kementerian PUPR untuk melakukan kajian teknis di Kawasan Alorawe.

“Melalui media ini kami mengundang tim teknis dari Kementerian PUPR atau tim lainnya yang memiliki kompetensi langsung dengan pembanguna Waduk, agar bisa melakukan kajian teknis di kawasan Alorawe. Kami optimis, kalau tim dari PUPR Pusat datang lihat, dan Ketua Komisi V DPR RI pantau langsung, kawasan ini bisa jadi alternatif,” tegasnya.

Herman menambahkan, saat ini, pihaknya bersama tokoh adat sedang menyiapkan administrasi untuk mendukung Kawasan Alorawe dijadikan alternatif Waduk Lambo.

“Kita sedang siapkan undangan kepada Pemerintah Nagekeo, Provinsi, dan Pemerintah Pusat, agar bisa mempertimbangkan Kawasan ini menjadi waduk,” ungkapnya. (AM7)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here