Atambua (BintangTimur) Perbatasan Republik Indonesia dengan Timor Leste bisa ditempuh dengan dua cara, yaitu lewat darat dan udara. Jika lewat darat, traveler bisa datang ke perbatasan melewati Atambua di Kabupaten Belu, NTT. Bintang Timur berkesempatan melihat langsung perbatasan tersebut beberapa waktu lalu.

Perbatasan kedua negara ini bisa dicapai dengan berkendara sekitar 1 jam dari Atambua. Sampai di perbatasan, wisatawan akan melihat sebuah gerbang besar bertuliskan ‘Farewell, Selamat Jalan’.

Jika berjalan terus nantinya traveler akan bertemu jembatan di tepi pantai yang menjadi gerbang resmi perbatasan. Tentunya harus menyiapkan paspor untuk bisa melewati perbatasan.

Di kawasan perbatasan ada kantor imigrasi Indonesia dan Timor Leste, kantor bea cukai serta polisi perbatasan. Kalau ingin eksplor Timor Leste, wisatawan wajib mengisi aplikasi Visa on Arrival (VoA) di imigrasi.

Tapi jika hanya melihat sekitar perbatasan dan tak masuk lebih jauh, traveler bisa meminta polisi setempat menemani masuk wilayah Timor Leste sejauh 5 km saja tanpa VoA.

Di kawasan perbatasan pemandangan jalanan tampak didominasi lahan kering dan pepohonan, tak jauh berbeda dengan di Pulau Timor bagian barat. Rumah-rumahnya serupa, lanskapnya pun sama. Turis bisa melihat suasana sekitar sampai pertigaan dengan benteng peninggalan Portugis di salah satu sisinya.

Gerbang benteng bertuliskan ‘Servico de Migracao’ bisa turis masuki. Kalau mau mencoba belanja makanan dan minuman, banyak warung di pinggir jalan yang barangnya kebanyakan diimpor dari Australia, Vietnam, Thailand dan China.

Jika belum menukar mata uang Timor Leste yang menggunakan USD jangan khawatir. Sejumlah warung di perbatasan masih menerima transaksi dengan Rupiah.