Bintangtimur.id-Kupang...Permasalahan air di wilayah Kota Kupang belum bisa teratasi. Berbagai cara sudah dilakukan Pemerintah Kota Kupang untuk mengatasi kebutuhan primer warganya ini. Gereja Syalom Airnona sangat beruntung karena mendapat bantuan sumur bor dari Balai Wilayah Nusa Tenggara 2. Bantuan ini diperoleh setelah difasilitasi Komisi V DPR RI.

Ketua Majelis Jemaat Gereja Syalom Airnona, Pendeta (Pdt) Desiana Rondo Effendy MTh, kepada bintangtimur.id, Selasa (28/2), saat mendampingi Ketua Komisi V DPR RI Fary Francis dan Kasatker Pengelolaan Air Tanah (PAT)/Pengelolaan Air Baku (PAB) Agus Sosiawan, mengungkapkan, pihaknya berterima kasih kepada Pemerintah Pusat dan Komisi V DPR RI yang sudah membantu sumur bor untuk Gereja Syalom. Bantuan ini sangat membantu kesulitan air bersih yang selama ini dialami jemaat Gereja Syalom dan warga lainnya.

“Terima kasih Pak fary Francis sudah hadir langsung memantau hasil pembangunan sumur bor dan lima unit bak penampung air. Bantuan ini sangat berarti bagi kami, ditengah kesulitan air bersih yang kami alami,” ujarnya.

Pdt Desiana menambahkan, setelah bantuan ini diterima dan dilakukan operasionalnya, pihaknya akan membagi sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah sekitar gereja. “Wilayah gereja kami terdiri dari warga Bakunase dan Airnona. Karena itu, kami akan mengatur sisten pelayanannya, sehingga semuanya bisa terlayani dengan baik,” ungkapnya.

Ketua Komisi V DPR RI Fary Francis menegaskan,  bantuan ini diberikan berawal dari diskusi yang dilakukan dalam mengawali masa Sidang GMIT dengan tema GMIT dan Gerakan Menanam Air, yang dihadiri narasumber Dirjen Sumber Daya Air Kementerian Pupera, Ketua Komisi V DPR RI, dan Akademisi Dr. Zeth Malelak. Dalam diskusi tersebut ada point penting yakni pentingnya air dalam pemberdayaan ekonomi jemaat.

“Mencermati hasil diskusi dan melihat fakta yang terjadi maka kami memfasilitasi hadirnya sumur bor berdaya solar cell dan lima unit bak penampung air di Gereja Syalom. Kami berharap, bantuan ini dapat membantu masyarakat yang kesulitan air, dan bisa merangsang gerakan pemberdayaan ekonomi jemaat,” tegas fary.

Fary berharap, bantuan ini dapat dijaga dan dikelola dengan baik. Sistem pelayanan atau distribusi air juga harus ditata dengan tertib sehingga semua masyarakat dapat merasakan bantuan pelayanan air bersih ini. “Saya yakin pihak gereja sudah memiliki system pelayanan air bersih, sehingga pelaksanaan bantuan ini dapat diatur dengan benar,” ujarnya.

Kasatker PAT/PAB Agus Sosiawan menambahkan, bantuan ini selama enam bulan masih dalam pemeliharaan mereka. Pihaknya berharap dukungan masyarakat untuk sama-sama menjaga bantuan ini. “Kalau ada kerusakan selama masa pemeliharaan kita akan menggantinya,” ujarnya. (aps)