Bintangtimur.id — Jakarta. Wakil Presiden RI Yusuf Kalla bersama Ketua Komisi V DPR RI Fary Francis memantau proyek pembangunan venue Asian Games 2018. Salah satu venue yang dilihat adalah Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan Jakarta.

Turut mendampingi Wapres Yusuf Kalla adalah Menko Puan Maharani, Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimuljono, dan pihak pelaksana Ditjen Cipta Karya.
Ditjen Cipta Karya menggelontorkan dana Rp 2,8 Triliun  untuk pelaksanaan paket kegiatan tersebut dengan menggunakan sistem Kontrak Terintegrasi Rancang Bangun (Design & Build) dan sistem kontrak konvensional.

Wapres Yusuf Kalla meminta agar pelaksanaan pembangunan venue ini tetap menjaga mutu dan kualitas hasil pekerjaannya.
“Kualitas pekerjaan harua bagus, karena kita adalah tuan rumah, sehingga bisa memberi yang terbaik saat kegiatannya nanti,” tegas Wapres.
Menurut Ketua Komisi V DPR RI Fary Francis, tujuan pemantauan ini adalah untuk memastikan bahwa proyek rehabilitasi ini berjalan sesuai standar dan harapan. “Kami diberi penjelasan bahwa SUGBK ini dibangun melalui kerja sama dengan Pemerintah Rusia puluhan tahun silam. Saat direhab, ternyata kondisi beton, atap, kayu, kursi, dan lainnya masih dalam kondisi utuh dan kuat,” ujarnya.

Fary menyatakan, demi marwah dan martabat bangsa pihaknya sangat mendukung upaya rehabilitasi ini. Apalagi sejak tahun 1962 silam baru pada saat ini Jakarta akan menjadi tuan rumah Asian Games 2018 dengan venuenya SUGBK. “Sebagai tuan rumah yang baik, tentu kita mesti mempersiapkan segala kebutuhan dan fasilitas secara baik dan prima,” ungkapnya.
Fary juga memberi catatan agar rehabilitasi ini tidak boleh mengorbankan kualitas pekerjaan hanya karena keterbatasan waktu. Penggunaan kontrak design and build harus benar-benar terhindar dari kealpaan menjaga kualitas pekerjaan.

“Demi harga diri bangsa, rumput stadion pun kita harus cari yamg terbaik,” tegasnya.
Fary berharap, proses rehabilitasi ini dapat selesai tepat waktu, sehingga sebagai tuan rumah Jakarta siap menyambut Asian Games 2018.
“Progres pekerjaan ini terus kami pantau, sehingga pelaksanaan kegiatannya bisa tepat waktu,” ungkapnya. (aps)