Bintangtimur.id–Jakarta. Pelaksanaan Liga Sepakbola Pelajar U-14 sudah memasuki tahun keempat. Sejak dilaksanakan tahun 2014 lalu, kontribusi event ini untuk sepakbola nasional semakin besar. Karena itu, Pantas dikatakan bahwa Piala Menpora U-14 dan U-16 menjadi pilar sepakbola nasional.

Penegasan itu disampaikan Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora RI Raden Isnanta, saat membuka workshop Piala Menpora U-14 dan U-16, di Hotel Grand Tropic Jakarta, 20-22 April 2017.

Isnanta mengatakan, dinamika dalam mengurus sepakbola sungguh luar biasa, namun semua itu bisa dipikul bersama-sama dalam proses pelaksanaannya.

“Misalnya, kita masih kekurangan wasit, lapangan sepakbola yang sesuai standar nasional dan internasional, dan manajemen pengelolaan sepakbola yang baik,” ujarnya.

Menurut Isnanta, saat ini beberapa kementerian sudah bersinergi dalam mengurus sepakbola, seperti Kementerian desa dan Kementerian PUPR.

“Kementerian Desa akan bertanggung jawab dalam pembangunan 1000 lapangan desa dan Kementerian PUPR akan membangun lapangan sepakbola berstandar nasional dan internasional,” ungkapnya.

Isnanta menambahkan, untuk PSSI bertugas untuk memberi lisensi wasit, Kementerian Pendidikan untuk menggelar pelatihan dan pelaksanaannya dilakukan Kemenpora.

“Kalau semua sudah bersinergi, saya optimis sepakbola Indonesia bakal maju dan berkembang,” tegasnya.

Isnanta berharap, dua event ini harus terus maju dan berkembang, karena event ini bukan hanya soal sepakbola, tapi juga ada pesan komunikasi sosial, pesan pendidikan akhlak, dan pembentukan karakter anak.

“Sepakbola adalah alat pemersatu bangsa, tanpa sekat dan perbedaan. Karena itu, sepakbola harus mengajarkan kejujuran pada anak-anak, misalnya soal tipu umur dan tidak cepat emosional,” ujarnya. (aps)