Jambore Pemuda Indonesia (foto/nusantaranews.com)

“Tema yang sangat pas, para pemuda Indonesia harus menjaga serta mempertahankan persatuan dan kesatuan. Selain menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesai, pemuda harus mengimplementasikan nilai-nilai falsafah Pancasila,” kata Asisten Deputi Peningkatan Wawasan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Mulyadi Adnan di Gedung Kemenpora, Jakarta.

Dalam JPI 2017 yang digelar di Sawah Lunto, Sumbar, akan diikuti lebih dari 544 pemuda dari 34 provinisi yang berusia 17-25 tahun. Tidak hanya itu, sekitar 1.000 pemuda yang berasal dari kota dan kabupaten di Provinsi Sumbar akan turut berpartisipasi.

“Jadi total peserta yang mengikuti camp ground Jambore Pemuda Indonesia sekitar 1.500 orang. Selama mengikuti JPI 2017, mereka akan tinggal di tenda-tenda. Dengan satu tenda, ditempati para pemuda dari tiga provinsi,” tutur Mulyadi.

Menurut Mulyadi, para peserta JPI yang telah digelar ke-12 diseleksi panitia dari Provinsi Sumbar dan Kemenpora. Para pemuda yang diseleksi berasal dari kota dan kabupaten dari seluruh Indonesia.

Agenda JPI 2017 di antaranya pawai budaya dari 34 provinsi yang menambilkan kekayaan budaya dari berbagai daerah. Tidak hanya itu, dalam rangka memperkokoh kebinekaan, peserta akan mengikuti dialog kebangsaan dengan tema ‘Memperkuat ke-Bhinekaan Pemuda Milenial‘ dengan pembicara Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU) Helmi Faishal Zaini.

“Para peserta JPI akan berdialog untuk membahas isu krusial di antaranya ancaman narkoba yang dapat menghilangkan satu generasi dengan menampilkan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso,” papar Mulyadi.

Di sisi lain, seorang pemuda alumi dari JPI sebelumnya mengungkapkan pengalamannya. Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Purna Prakarya Muda Indonesia (DPP PPMI) Muhammad Ramdhan Ulayo mengatakan kegiatan JPI sangat menjunjung persatuan dan menanamkan cinta NKRI.

“JPI menanamkan para peserta meniadakan perbedaan agama, etnik, dan asal daerah. Mereka menggalang untuk menjaga NKRI dan programnya mengajarkan untuk membendung kontaminasi budaya Barat,” kata Ramdhan, salah satu alumni JPI. (AM7/MI)