Bintangtimur.id, Rote — Setiap embung yang dibangun harus bermanfaat untuk rakyat. Karena itu, sosialisasi awal harus benar-benar matang agar rakyat mengerti manfaat embung.

“Setelah masyarakat mengerti dengan manfaatnya embung, baru mendorong mereka untuk melakukan sesuatu yang positif dengan kehadiran embung tersebut,” ujar Ketua Komisi V DPR RI Fary Francis saat melakukan kunjungan kerja memantau embung Oehara, Desa Namodale, Rote Ndao, kemarin.

Fary mengatakan, kehadiran embung mestinya ada yang berubah, baik dalam aspek pertanian maupun peternakan. Lahan-lahan kosong bisa ditanami tanaman holtikultura.

“Tidak ada embung warga mengeluh kesulitan air untuk berusaha. Sudah ada embung, mestinya jangan ada pengeluhan lagi. Untuk itu, segera manfaatkan embung yang sudah ada ini untuk meningkatkan ekonomi keluarga,” ungkapnya.

Menurut Direktur Pengelolaan Sumber Daya Air Kementerian PUPR Agus Suprapto, yang mendampingi Ketua Komisi V DPR RI, sampai 2016, Dirjen SDA sudah membangun 52 embung kecil yang tersebar di Pulau Rote, dengan total tampungan sebesar 2,3 juta m3. Pihaknya juga sudah membangun sumur bor sejumlah 18 titik dengan total debit 0,72 liter/detik, dan 15 titik untuk irigasi tanah dengan areal layanan 150 hektar lahan pertanian.

Dia menambahkan, untuk 2017, sedang dibangun empat titik air baku di Desa Sanggaoen dua titik, Tuanatuk satu titik dan Jiat satu titik.

“Dengan dukungan Ketua Komisi V, kita sedang lakukan studi investigasi dan disain untuk 2018-2019, dalam rangka siapkan potensi embung sebanyak 70 buah dan pengembangan air tanah 30-40 titik di Rote Ndao. Ini tentu menjadi berkat buat masyarakat Rote Ndao,” ungkapnya. (iso)