Bintangtimur.id—Kupang—-Deputi Perlindungan BNP2TKI Teguh Hendro Cahyono, meminta 1.623 mahasiswa Universitas Nusa Cendana (Undana) yang akan terjun ke masyarakat sebagai mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN), bisa memberi pencerahan kepada masyarakat berkaitan dengan rencana kerja di luar negeri.

“Saya rasa peran mahasiswa Undana sangat besar dalam mencerahkan masyarakat berkaitan dengan rencana kerja ke luar negeri dengan jalur legal dan harus melalui lembaga resmi pemerintah, ” ujar Cahyono, saat menjadi narasumber utama dalam kegiatan pembekalan KKN Mahasiswa Undana dengan tema peran perguruan tinggi dalam program penempatan dan perlindungan TKI melalui pola kerja sama KKN Temtik, Rabu (5/7), di aula Undana.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Rektor Undana Prof Dr Frederik Benu, Direktur Sosialisasi dan Kelembagaan BNP2TKI Dwi to, Ketua LPM Undana Ubuntu L Pekuwali, dan staf BP3TKI Kupang.

Cahyono menambahkan, pihaknya datang ke Undana untuk memberikan pembekalan kepada mahasiswa mengenai penempatan dan perlindungan TKI. Alasannya ke Undana, mengingat NTT masuk 10 besar Indonesia trafficking.

“Dengan mahasiswa mengetahui proses penempatan dan perlindungan TKI, masyarakat bisa diserahkan, sehingga tidak ada lagi warga masyarakat yang ingin menjadi TKI di luar negeri melakukan dengan cara yang ilegal, ” tegasnya.

Cahyono berharap betul kepada Undana Kupang, sehingga bisa menjadi jadi pelopor mengatasi trafficking di NTT. “Terobosan ini kita lakukan di setiap kantong TKI di Indonesia. Undana kita harapkan bisa menjadi mitra kita dalam mengatasi permasalahan TKI di NTT, ” ujarnya.

Rektor Undana Prof Dr Frederick Benu, saat membuka kegiatan menyatakan, keberadaan Undana di NTT sudah memiliki nilai dan karakter tersendiri. Tentu saja, dengan nilai dan karakter tersebut, diharapkan Undana bisa memecahkan berbagai persoalan di masyarakat, termasuk persoalan TKI.

“Saya minta mahasiswa Undana yang mau terjun KKN bisa menjelaskan kepada masyarakat berkaitan dengan tenaga kerja ke luar negeri. Kalau masyarakat sudah tahu informasi yang benar, dan itu dari mahasiswa Undana, tentu menjadi keberhasilan mahasiswa KKN,” ujarnya.

Rektor Benu berterimakasih kepada BNP2TKI yang sudah menjadikan Undana sebagai mitra kerja dalam mengatasi persoalan TKI di Indonesia khususnya di NTT.

“Undana selalu siap bersinergi dengan BNP2TKI dalam berbagai kegiatan yang berhubungan dengan TKI khususnya di NTT, ” ujarnya. (aps)