Ilustrasi-dok: Istimewa

BINTANGTIMUR.NEWS, Jakarta — Baru-baru ini Badan Pusat Statistik (BPS) melansir data perkembangan kemiskinan di Indonesia. Penyebaran kemiskinan menurut pulau tidak banyak berubah, di mana angkanya masih terpusat di Indonesia Timur.

Provinsi Maluku dan Papua yang tertinggi dengan angka kemiskinan sebesar 21,23% sedangkan terendah di Kalimantan 6,18%.

Pada medio Maret 2017 hingga September 2017 saja, jumlah penduduk miskin hanya turun sebesar 1,19 juta orang dari 27,77 juta pada Maret 2017 jadi 26,58 juta penduduk.

Lantas, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menerangkan, untuk menanggulangi kemiskinan, pola transfer daerah memang sudah diubah.

Di mana, daerah yang mengalami kemiskinan tertinggi akan mendapatkan anggaran transfer lebih tinggi dibandingkan daerah lainnya yang lebih rendah angka kemiskinannya.

Namun, penggunaan efektifitas dan kapasitas sumber daya manusia dan lain-lain di daerah tersebut masih kurang memadai.

“Sebetulnya alokasi anggarannya untuk daerah itu jauh lebih besar tapi penggunaan efektifitas dan kapasitas SDM dan lain-lain di ketiga provinsi mungkin perlu ditingkatkan,” kata Sri Mulyani seperti dikutip dari laman inilah.com, Rabu (3/1/2018).

Wanita pertama yang pernah menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia ini pun merinci, ketiga daerah yakni Provinsi Papua, Papua Barat dan Maluku alokasi transfer daerahnya mencapai Rp81,7 triliun yang terdiri dari Papua, Papua Barat sebesar Rp59,5 triliun serta Maluku dan Maluku Utara sebesar Rp22,2 triliun.

“(Secara anggaran) jauh lebih besar ketimbang di Sulawesi maupun Kalimantan. Kalimantan hanya Rp77,7 triliun. Dan, apalagi jika dibandingkan NTT, NTB dan Bali,” pungkasnya. (RF)