Peresmian KRI I Gusti Ngurah Rai 332. (Foto-dok: Istimewa)

BINTANGTIMUR.NEWS, Denpasar  – TNI Angkatan Laut (AL) mendapatkan satu unit kapal perang baru pabrikan asal Belanda. Kapal perusak kawal berpeluru kendali itu, diberi nama KRI I Gusti Ngurah Rai-332 hasil kerjasama galangan kapal Damen Schelde, Belanda dengan PT PAL.

Tampak sekilas, tubuh kapal perang yang ditempatkan di Satuan Kapal Eskorta Komando Armada Kawasan Timur Indonesia TNI AL ini mirip dengan kapal perang TNI AL kelas SIGMA yang juga besutan galangan kapal Damen Schelde, di antaranya kelas KRI Diponegoro-365.

Perancang kapal perang kelas Ngurah Rai mengklaim, kapal perang yang garisan bodinya lurus dan patah-patah ini diimbuhi teknologi tidak kasat mata alias teknologi stealth (siluman).

Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, mengukuhkan nama KRI I Gusti Ngurah Rai-332 untuk melengkapi sejumlah kapal perang sebelumnya dalam upaya menjaga kedaulatan Indonesia.

“Kapal ini merupakan bagian integral untuk membangun ketahanan negara serta sebagai kebangkitan dan kejayaan TNI AL,” kata Tjahjanto di Dermaga Timur Pelabuhan Benoa, Bali, Rabu (10/1). .

Tjahjanto menegaskan pula, Indonesia terletak di persilangan dunia serta memiliki posisi geopolitik dan geostragis antara Asia dan Australia yang rawan dimasuki pihak asing.

Oleh sebab itu, keberadaan sistem kesenjataan modern sangat diperlukan untuk menjaga kedaulatan Indonesia.

“Sekitar 70 persen wilayah Indonesia adalah perairan yang membutuhkan kekuatan angkatan laut untuk menjaga keutuhan bangsa dan negara,” ujarnya.

Panglima mengatakan bahwa keberadaan KRI I Gusti Ngurah Rai-332 akan memberikan warna baru untuk TNI AL agar mampu mewujudkan suatu kekuatan yang berkelas dunia.

Disisi lain, pada kesempatan hadir pula Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan mengatakan bahwa dengan lahirnya kapal Perang Indonesia KRI I Gusti Ngurah Rai, Kementerian Perhubungan mendukung sepenuhnya untuk kejayaan Indonesia di lautan.

“Oleh karenanya kita mendukung dengan penambahan kapal ini, semoga ini diikuti dengan lahirnya kapal-kapal dan kekuatan yang lain karena kejayaan kita di antaranya ada di laut,” harap Menhub.

Lantas, menhub juga menambahkan, banyak sekali kepentingan di perairan Indonesia dikarenakan letak geografis Indonesia yang terletak di antara beberapa benua.

“Perairan kita besar sekali apalagi Indonesia merupakan satu tempat di antara beberapa benua dan banyak yang mempunyai kepentingan, jadi saya pikir kejayaan Angkatan Laut kita itu suatu keharusan,” pungkas Menhub Budi Karya. (RF)