Presiden Jokowi (foto : istimewa)

Bintangtimur.news – Kupang – Presiden Joko Widodo menyatakan kunci peningkatan kesejahteraan masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) ialah adanya pasokan air yang cukup. Karena itulah, pemerintah akan terus membangun bendungan dan embung di NTT untuk menjaga pasokan air.

“Air melimpah pada musim hujan. Sayangnya potensi ini tidak dimanfaatkan untuk mengatasi kondisi dengan membendung sungai,” ujar Presiden saat meresmikan Bendungan Raknamo di Desa Raknamo, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang, NTT, kemarin. Sebelumnya Presiden juga meresmikan Embung Saina di Desa Oelolot, Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao, NTT.

Raknamo menjadi bendungan pertama yang diresmikan Presiden Jokowi dari 49 bendungan yang akan dibangun di Indonesia dalam waktu 2015-2020. Raknamo juga satu dari tujuh bendungan yang akan dibuat di NTT.

“Tujuh bendungan tersebut merupakan jawaban atas kerinduan masyarakat NTT akan sumber air. Bendungan ini, selain untuk pengairan sawah, juga menyediakan air baku dan pembangkit tenaga listrik,” kata Presiden.

Pemerintah juga telah membangun 1.100 embung di seluruh penjuru NTT. Bersamaan dengan 74 embung yang dikhususkan di Kabupaten Rote Ndao, turut dibangun pula 24 embung di kawasan lain di provinsi itu.

Dalam kunjungan kerja di NTT, Presiden juga meresmikan Pos Lintas Batas Negara Motamasin di Kabupaten Malaka dan Wini di Kabupaten Timor Tengah Utara. Menurut Jokowi, di perbatasan Indonesia-Timor Leste juga sudah dibangun pasar modern sehingga rakyat bisa mengekspor produk ke luar negeri. “Wajah Indonesia di perbatasan harus lebih bagus dari negara tetangga,” tambahnya.

Kegiatan lainnya ialah penyerahan 700 sertifikat hak atas tanah kepada masyarakat di Pulau Rote. Presiden mengungkapkan, dulu hanya dilakukan penerbitan 500 ribu sertifikat di seluruh Indonesia tiap tahun. Sekarang, ia menargetkan agar penerbitan tersebut dikebut hingga 9 juta tiap tahun.

“Bayangkan, kalau kita mengurus sertifikat 80 juta, berarti 160 tahun baru rampung. Lama sekali,” tuturnya.

Sebelum meresmikan Kantor Gubernur NTT yang menelan biaya Rp159 miliar, tidak lupa pula Presiden yang didampingi Ibu Iriana Joko Widodo ikut membagikan 1.015 kartu Indonesia pintar bagi pelajar dan 500 kartu Program Keluarga Harapan kepada keluarga prasejahtera di Kabupaten Rote Ndao. (AM7/mediaindonesia)