13 proyek kereta api yang bakal beroperasi memiliki nilai investasi hingga Rp 17,7 triliun. (Foto-dok: Istimewa)

BINTANGTIMUR.NEWS, JAKARTA — Ditjen Perkerataapian Kementerian Perhubungan mengumumkan setelah Kereta Api Bandara Soetta, tahun ini bakal ada 13 proyek kereta api yang bakal beroperasi.

Direktur Jenderal Perkeretaapian, Zulfikri mengatakan bahwa 13 proyek kereta api yang bakal beroperasi memiliki nilai investasi hingga Rp 17,7 triliun.

“Anggaran Ditjen Perkeretaapian sebesar kurang lebih  Rp 17,7 Triliun akan digunakan secara maksimal serta efisien untuk merealisasikan proyek tersebut,” tutur Zulfikri di Jakarta, Senin (22/1).

Dari 13 proyek kereta api tersebut yang paling dekat akan beroperasi, yakni KA Bandara Minangkabau di Sumatera Barat pada Maret mendatang dengan panjang 26 Km.

Setelah itu, adalah jalur Ganda KA lintas Prabumulih – Kertapati, Sumatera Selatan sepanjang kurang lebih 85 Km.

Kemudian dilanjutkan dengan pengoperasian Jalur Ganda KA lintas Martapura – Baturaja, Sumatera Selatan sepanjang 32 Km di bulan April  2018.

Lalu pada bulan Juni hingga September 2018,  akan dioperasikan 2 proyek LRT yaitu LRT Sumatera Selatan sepanjang 23,4 Km dan LRT DKI Jakarta (Jakpro) sepanjang 5,8 Km.

Selanjutnya adalah Jalur KA menuju pelabuhan pada lintas Bandar Tinggi – Kuala Tanjung sepanjang 21,5 Km.

Sedangkan pada September 2018 dalam rangka mendukung pengoperasian DDT lintas Manggarai – Cikarang, akan dioperasikan 5 Stasiun baru, yakni Stasiun Kranji, Stasiun Cakung, Stasiun Klender, Stasiun Klender Baru dan Stasiun Buaran.

Lalu pada Oktober 2018 siap dioperasikan Jalur KA segmen Barru – Palanro di Sulawesi sepanjang 44 Km.

Untuk rentan waktu November hingga Desember 2018, pemerintah berencana untuk mengoperasikan Jalur Ganda KA lintas Selatan Jawa sepersegmen.

Segmen pertama adalah segmen Madiun – Jombang, Jawa Timur sepanjang 84 Km lalu segmen Solo – Kedungbanteng, Jawa Tengah sepanjang 42 Km.

Lebih lanjut, pengoperasian KA Bandara Adi Soemarmo sepanjang 13,5 Km, dan terakhir  di Pulau Jawa ditutup degan perngoperasian jalur ganda KA segmen Maja – Rangkasbitung sepanjang 17 Km.

Rencananya, di akhir tahun 2018 mendatang juga bakal dioperasikan Jalur KA layang (elevated track) lintas Medan – Bandar Khalifah sepanjang 10 Km, serta pengoperasian Jalur KA pada lintas Binjai – Besitang sepanjang 80 Km. (RF)