foto :okezone
Bintangtimur.news – Banten – Badan Meterorologi, Klimatologi dan Giofisika (BMKG) Klas I Serang secara resmi melaporkan kasus penyebaran informasi hoax akan adanya gempa susulan di Kabupaten Lebak, dengan kekuatan yang lebih besar setelah gempa 6,1 skala richter pada Selasa (23/1/2018).

“Kemarin (Kamis 25 Januari 2018) laporannya ke Polda Banten. Laporan ini inisiatif kita, karena BMKG sudah sangat dirugikan dengan informasi itu,” kata Kepala BMKG Klas I Serang Sugarin, saat dikonfirmasi, Jumat (26/1/2018).

Selain merugikan institusinya, informasi soal gempa susulan 7,5 SR pada pukul 22.30-23.59 WIB yang beredar di media sosial itu juga meresahkan warga, terutama di Kabupaten Lebak, Banten.

“Untuk memberikan efek jera, semoga cepat ditangkap pelaku penyebarnya, agar kejadian serupa tak kembali terjadi,” ujarnya.

Guna mempermudah proses penyelidikan, BMKG menyerahkan barang bukti berupa print out selebaran informasi hoax. Selain itu, Sugarin mengaku bahwa penyidik sudah memintai keterangan soal kasus ini. “Kemarin dari sore sampai jam 10 malem,” katanya.

Direktur Kriminal Khusus Polda Banten Kombes Pol Abdul Karim membenarkan pihaknya sudah menerima laporan dari BMKG. Saat ini, kasus tersebut tengah proses penyelidikan.

“Iya benar, dari BMKG sudah buat laporan polisi ke Polda,” kata Abdul. (okezone.com/AM7)