BINTANGTIMUR.NEWS, PASANGKAYU — Wacana Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI) untuk berperan langsung mewujudkan membangun daerah, tampaknya bukan hanya sekedar hisapan jempol belaka. Belakangan, beberapa pengurus PISPI pun datang ke Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat untuk berdialog sekaligus merumuskan cara jitu mengembangkan agrobisnis di kabupaten yang dulunya dikenal Mamuju Utara.

Nah, dalam forum tersebut, tampak hadir sejumlah nama-nama ‘beken’ yang tergabung kedalam wadah PISPI dan juga datang dari berbagai profesi. Sebut saja, Direktur Utama Perum Perikanan Indonesia Risyanto Suanda, Direktur Bisnis Mikro dan Jaringan Bank BNI Catur Budi Harto yang juga menjabat sebagai Bendahara Umum PISPI. Pun hadir pula beberapa pengurus PISPI lainnya, baik yang bekerja di pemerintahan, swasta dan akademisi.

Menyoal kegiatan itu, Bupati Pasangkayu Agus Ambo Djiwa mengatakan, dirinya sangat bersyukur dapat mengumpulkan tokoh-tokoh penting PISPI “Saya sengaja mengundang mereka bukan sekadar untuk reuni, tapi bagaimana bisa bersama-sama mengembangkan potensi di Pasangkayu, baik di bidang perikanan, pertanian maupun pariwisata,” ujar pengurus dan sekaligus pendiri PISPI, Sabtu (3/2).

Di bidang perikanan misalnya, Agus Ambo menambahkan, di Pasangkayu banyak tambak produktif dengan produksi udang vaname dan bandeng. “Ini hadir dari Perikanan Indonesia dan juga BNI. Saya berharap akan ada solusi untuk mengembangkan perikanan di Pasangkayu,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur BNI Catur Budi Harto ikut angkat bicara. Catur mengatakan, dirinya sangat senang dengan adanya forum ini. Oleh karena itu, BNI tidak datang sendiri, tapi juga menggandeng BUMN lain yang bergerak di bidang perikanan, Perum Perindo.

Catur menyebutkan, di BNI ada dana kredit Rp 13 triliun untuk disalurkan. 50 persen dari dana itu, dialokasikan untuk sektor produksi, termasuk usaha kecil. “Kami senang kalau kami menyalurkan kredit di sini, ada Perum Perindo yang siap membeli produk nelayan maupun petambak,” kata Catur.

Menariknya, Direktur Utama Perum Perindo Risyanto Suanda pun langsung menyatakan kesiapannya. Dia memaparkan, bisnis Perum Perindo antara lain di bidang penangkapan dan perdagangan serta budidaya. “Jadi kami siap bekerjasama dengan petambak di sini. BNI yang siapkan kredit, kami yang membeli udang atau bandengnya,” ujar Risyanto.

Sekedar informasi, dalam rombongan tersebut hadir juga Chairman Harvestmore Indonesia, Samuel Loke mewakili perusahaan pupuk hayati asal Malaysia dan Singapura. Kabarnya, Harvestmore Indonesia bakal membantu transfer teknologi budidaya bagi petani disana.

Disisi lain, Ketua Dewan Pengawas PISPI Salman Dianda Anwar turut menegaskan, bahwa inilah wujud nyata PISPI dalam bersinergi membangun negeri. “Ini sinergi yang kami bangun sejak mahasiswa, yang terus diwujudkan saat kami sudah tersebar di berbagai profesi ada yang profesional di BUMN, Swasta, Legislatif, Pemerintahan, Politisi, Akademisi-Peneliti dan lain – lain untuk kami kembangjan di berbagai daerah ,” pungkas alumni UGM yang kini menjadi eksekutif di Bosowa Group itu. (RF)