Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono. (Foto-Dok: Istimewa)

BINTANGTIMUR.NEWS, Jakarta – Menyoal kecelakaan di proyek infrastruktur, baik yang sudah rampung atau pun yang dalam proses penggarapan, akhirnya sampai juga ke telingan para petinggi negeri ini. Suka atau tidak, tampaknya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mesti legowo menerima kritikan mereka dalam menyingkapi fenomena yang terjadi belakangan.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), misalnya. JK menegaskan bahwa dirinya telah meminta Meneteri PUPR agar segera mengevaluasi secara menyeluruh.

“Saya minta kemarin Menteri PU, untuk mengevaluasi semua,” tegas JK di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (6/2).

Lantas, menurut pengamatan JK, kecelakaan di proyek infrastruktur rata-rata terjadi pada akhir pekan. JK juga memperkirakan, pekerja proyek ada dalam keadaan tak fit karena lembur.

“Yang menarik kecelakaan itu umumnya terjadi Sabtu Minggu. Berarti kemungkinan saja operator itu mungkin kurang istirahat begadang Sabtu-Minggu,” kata JK.

Selain itu, JK meminta para operator crane agar lebih hati-hati dalam bekerja. Ada kemungkinan operator belum mahir, betul, namun dipaksakan karena banyaknya pekerjaan yang harus dikerjakan.

Nah, selain Wakil Presiden Jusuf Kalla. Kritikan juga datang dari Wakil Ketua DPR-RI, Fadli Zon, pun mengimbau agar pengerjaan infrastruktur tidak hanya menjadi ajang pamer keberhasilan.

“Kita melihat nih, infrastruktur, terutama yang baru-baru ya. Ini kan lebih banyak dikerjakan dengan terburu-buru, tergesa-gesa, dan ini bisa dikaji, bahwa mungkin karena ini terburu waktu itu, mengejar tahun politik dan pemilu ini mau menjadi etalase keberhasilan. Bukan semata-mata untuk fungsional,” ujar Fadli di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (6/2/2018).

Peraih gelar Doktor Universitas Indonesia itu juga menilai, pembangunan infrastruktur seharusnya berkesinambungan antara pemerintahan sebelumnya dan yang akan datang. Fadli meminta, pembangunan infrastruktur tidak sekadar menjadi alat kampanye politik, sehingga mengabaikan keselamatan.

“Harusnya masalah infrastruktur ini ada kesinambungan antara pemerintah sebelumnya, pemerintah sekarang, dan yang akan datang. Jangan dijadikan alat kampanye. Sehingga karena terburu-buru banyak sekali kecelakaan kerja yang sebenarnya tidak perlu,” kata Fadli.

Kendati begitu, Fadli tetap mendukung program pemerintah untuk mengebut pembangunan infrastruktur. Tapi ingat, kata Fadli, utang negara demi pembangunan ini perlu kembali dikaji.

Sekedar informasi, setelah insiden ambruknya crane di Jatinegara yang menewaskan 4 orang pekerja. Dilalahnya, longsor underpass  Perimeter di Bandara Soekarno-Hatta pun terjadi dan menawaskan satu orang korban bernama Dianti Dyah Ayu Cahyani Putri (24) setelah proses evakuasi berjalan kurang lebih selama 13 jam. Hal itu disinyalir, akibat tembok beton penahan tak mampu menahan tanah longsor yang jatuh ke jalan. (RFN)