Kami sangat serius dalam mengincar Pelabuhan itu. (Foto-dok:Istimewa)

BINTANGTIMUR.NEWS,  Jakarta. – Tampaknya, PT Astratel Nusantara (Astra Infra) serius betul dalam membidik tender operator Pelabuhan Tanjung Priok. Lantas, anak usaha Astra International ini di yakini bakal terus melakukan penjajakan dengan investor lain, sebagai upaya membentuk konsorsium untuk merebut tender pelabuhan tersebut.

Ditahun ini, proyek Pelabuhan menjadi fokus utama Astra Infra selain dari proyek jalan tol. “Fokus kami hanya di Pelabuhan Patimban tahun ini untuk proyek non tol. Di luar itu belum ada rencana lain. Dan kami sangat serius dalam mengincar Pelabuhan itu, ” kata Rahmat Samulo, Direktur Astra Infra kepada media di Jakarta, Rabu (7/2).

Rahmat Samulo menyampaikan, Astra Infra terus melakukan persiapan sambil menunggu pengumuman pemerintah terkait kepastian tender dan proses pengembangan Pelabuhan Patimban. Dan Salah satu persiapannya yakni melakukan penjajakan dengan investor lokal maupun asing untuk bersama-sama membentuk konsorsium.

Selain itu, menurut informasi yang diterima perusahaan dari Kementerian Perhubungan, mekanisme pengembangan Pelabuhan Patimban akan dilakukan lewat tender. Sayang, Samulo tidak menyebutkan siapa saja investor yang sudah berkomitmen menjadi anggota konsorsium Astra Infra dalam mengincar tender operator pelabuhan itu.

“Dari informasi yang kami terima, sejauh ini kami sudah mulai melakukan studi walaupun blm 100%. Tapi minimal dari informasi yang ada, kita sudah persiapkan sehingga kami sudah tidak perlu persiapan awal lagi saat pengumuman dari pemerintah keluar,” ujar Samulo.

Lantas, Samulo juga tidak menyebutkan berapa capex yang akan dianggarkan Astra Infra di tahun ini. Boleh jadi, lantaran belanja modal akan tergantung pada proyek yang akan didapat perusahaan. Namun dia menyampaikan, pendanaan untuk proyek Pelabuhan Patimban andaikan berhasil dimenangkan sudah diantisipasi sebelumnya.

Sekedar informasi, di bisnis tol. Kabarnya, Astra Infra juga bakal terus melakukan ekspansi untuk mengejar target memiliki 500 kilometer jalan tol hingga tahun 2020, mendatang. Nah, sedangkan untuk bisnis air, Astra Infra tidak berencana melakukan ekspansi kembali setelah melepas saham di Palyja tahun 2017, lalu. (RFN)