Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemi Francis

Bintangtimur.news – Jakarta – Komisi V DPR RI berencana membentuk panita kerja khusus ( pansus) terkait keselamatan kerja. Hal ini menyusul maraknya kasus kecelakaan kerja yang terjadi dalam enam bulan terakhir.

Awal minggu ini, dua kasus kecelakaan terjadi. Pertama, kasus kecelakaan kerja pada proyek pembangunan Fasilitas Perkeretapian Manggarai-Jatinegara Double-Double Track (DDT). Empat orang meninggal dunia akibat insiden tersebut.

Selang sehari, tembok Jalan Perimeter Selatan Bandara Soekarno-Hatta ambruk, yang mengakibatkan dua orang penumpang di dalam mobil tertimbun. Satu orang di antaranya dinyatakan meninggal dunia setelah berhasil dievakuasi.

“Kami sudah ingatkan dalam rapat terakhir, tidak menutup kemungkinan kami akan membentuk panja khusus untuk menginvestigasi lebih jauh dan lebih dalam tentang kejadian ini,” kata Ketua Komisi V DPR Fary Djemi Francis kepada Kompas.com, Jumat (9/2/2018).

Kondisi lalu lintas di Jalan Raya Kayu Putih, Pulogadung, Pasca Robohnya girder LRT, Senin (22/1/2018)(Stanly Ravel)

Politisi Partai Gerindra itu mengatakan, di dalam Undang-Undang (UU) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi memang telah diatur pembentukan tim ahli serta Komite Keselamatan Konstruksi.Keduannya bertugas bila terjadi kasus kecelakaan baik itu pada saat proyek telah rampung maupun saat masih konstruksi.

Meski demikian, Fary mengatakan, DPR juga memiliki wewenang untuk mengetahui secara pasti penyebab terjadinya kecelakaan tersebut.

“Sejauh ini tim independen yang sudah dibentuk tim independen, kejadiannya seperti apa, dan sanksinya apa yang diberikan. Itu kami akan dalami,” kata dia.

Puing-puing beton sisa reruntuhan tembok Perimeter Selatan Bandara Soekarno-Hatta dibersihkan dari badan jalan, Kamis (8/2/2018).(Ridwan Aji Pitoko/KOMPAS.com)

Fary mengingatkan, pemerintah tidak boleh hanya mengejar ketertinggalan sejumlah proyek infrastruktur. Sementara, di sisi lain keselamatan justru diabaikan.Dalam catatan Kompas.com, hingga Februari 2017 setidaknya telah terjadi 13 kasus kecelakaan konstruksi dalam kurun waktu enam bulan terakhir.

Dalam jangka waktu tersebut, lima kasus diantaranya merupakan proyek yang digarap PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (kompas.com/AM7)