foto : okezone.com

Bintangtimur.news – Jakarta – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuldjono membuka pameran Indonesia Properti Expo 2018. Dalam pembukaan tersebut Menteri Basuki didampingi oleh Direktur Utama Bank BTN (Persero) Maryono beserta jajaran Direksi Bank BTN.

Dalam sambutannya, Menteri Basuki meminta kepada para pengembang untuk memperhatikan kualitas rumah yang dibangun. Sehingga, beberapa rumah yang sudah dilakukan akad kredit bisa segera ditempati oleh penghuninya.

Selain itu, kualitas bangunan juga untuk memastikan keselamatan dari penghuninya itu sendiri. Jangan sampai, rumah yang dibangun membahayakan penghuninya.

“Saya bicara kita perlu meningkatkan kualitas rumah. Karena banyak rumah KPR yang belum layak huni. Sehingga pertumbuhan pasar KPR juga diimbangi service kita. Kita pasti akan melakukan yang terbaik dan tidak akan menyulitkan pengembang. Bahwa hunian ini ditempatkan sehari-hari. Sehingga kita dapat memberikan layanan lebih baik ke depan,” ujarnya dalam pembukaan Indonesia Properti Expo 2018, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Sabtu (3/2/2018).

Lebih lanjut, Basuki juga meminta kepada Bank BTN untuk menyediakan skema pembiayaan KPR yang dikhususkan untuk pekerja non formal. Karena menurutnya, banyak sekali pekerja informal yang justru sulit memiliki hunian karena tidak bisa terakses oleh perbankan.

“Tentang KPR mikro, banyak masyarakat kita bekerja di sektor non formal. Kayak di Garut di persatuan pemangkas Garut, dia mempunyai kekuatan yang lebih baik. Setiap Minggu mengirim 500 ribu ke Garut. Saya kira kredit mikro ini perlu diberikan perhatian lebih di 2018. Seperti halnya kami di kabinet kerja di 2018 memberikan program yang lebih pada padat karya tunai,” jelasnya.

Sebagai informasi, sebelumnya Direktur Utama Bank BTN, Maryono mengatakan, dengan adanya acara IPEX 2018 ini diharapkan bisa mempercepat program pemerintah dalam menyediakan hunian bagi masyarakat. Selain itu dirinya juga berharap adanya acara IPEX 2018 bisa berdampak kepada pertumbuhan ekonomi.

Tak hanya itu, diharapkan acara ini juga bisa berdampak kepada sektor properti secara keseluruhan. Karena belakangan industri properti masih belum juga bisa bangkit sejak keterpurukan pada tahun 2014 lalu.

“Kita harapkan dengan adanya acara ini,  bisa mempercepat program pemerintah dalam menyediakan rumah, dan mempunyai dampak pertumbuhan ekonomi secara nasional. Karena pertumbuhan properti mempunyai dampak ke ekonomi nasional sekaligus bisa meningkatkan properti secara umum,” jelasnya. (okezone.com/AM7)