foto : tempo

Bintangtimur.news – Jakarta – Pengurus Pusat Kristen-Khatolik Indonesia Raya (KIRA) mengeluarkan lima sikap berkaitan dengan kejadian penyerangan dan pembubaran Gereja St. Lidwina Sleman Jogjakarta dan penyerangan beberapa Kyai,

Dalam releasenya, lima butir pernyataan sikap yang ditandatangani Ketua Umum KIRA Fary Djemi Francis adalah :

1. Kristen – Katolik Indonesia Raya (KIRA) menilai kerukunan hidup antar umat beragama di Indonesia sedang mendapat tantangan serius. Beberapa minggu lalu masih di Jogjakarta, aksi bakti sosial umat Katolik di Bantul dibubarkan secara paksa. Setelah itu, terjadi juga penyerangan terhadap para ustad atau Kyai di Jawa Barat. KIRA menyerukan agar negara harus hadir dan bersikap tegas – jelas terhadap persoalan-persoalan ini. Jika tidak, bisa lahir berbagai ekses dari memudarnya kerukunan antar umat beragama itu.

2. Kristen – Katolik Indonesia Raya (KIRA) Partai Gerindra menyesalkan aksi penyerangan yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab terhadap umat gereja Katolik St. Lidwina Sleman yang sedang khusuk menjalankan misa kebaktian hari Minggu dan melukai umat maupun pastor yang sedang memimpin perayaan misa. Menurut KIRA, aksi ini dapat merusak tali silaturahmi dan kerukunan antar umat beragama yang selama ini telah dirajut dengan baik.

3. KIRA dengan tegas meminta kepada aparat penegak hukum agar segera mengusut jaringan di balik pelaku nekad ini. Proses hukum terhadap pihak-pihak yang terkait dengan aksi ini harus segera berjalan agar dapat memberikan kepastian hukum bagi setiap warga negara dan bagi setiap penganut agama di Indonesia.

4. KIRA meminta kepada setiap anak bangsa dan setiap pemeluk agama agar tetap menjaga kerukunan hidup dan mengembangkan toleransi yang menjadi perekat bangunan kebangsaan kita. Setiap warga negara mesti menjadi agen perdamaian agar bangsa dan negara ini terus membangun dalam damai dan sukacita bersama.

5. KIRA meminta kepada setiap elemen bangsa agar tetap tenang menyikapi persoalan ini dan menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Mari kita kawal bersama-sama persoalan ini demi Indonesia yang damai, demi kebenaran dan keadilan yang kita cita-citakan bersama.

Fary menyatakan, pernyataan sikap ini dikeluarkan, setelah KIRA mencermati situasi bangsa saat ini.

“KIRA menginginkan agar negara harus ambil bagian dan secepatnya memberi kepastian keamanan dan kenyamanan untuk warganya,” pungkas Fary. (AM7)