Jajaran Direksi PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (Foto-dok:Istimewa)

BINTANGTIMUR.NEWS, Jakarta – Dampak dari rentetan kecelakaan kerja yang terjadi di beberapa proyek  infrastruktur, belakangan ini. Tampaknya, hal tersebut membuat Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M Soemarno gerah juga. Berhembus isu, Rini bakal mengevaluasi jajaran direksi PT Waskita karya (Persero) Tbk.

Nah, menyoal isu tersebut, Direktur Operasi II PT Waskita Karya (Persero) Tbk Nyoman Wirya Adnyana mengatakan, pihaknya sebagai direksi dari perusahaan terbuka sudah siap jika ada perombakan susunan direksi perseroan.

Nyoman bilang, sebab perombakan direksi perusahaan terbuka merupakan hal yang lumrah terjadi.

“Waduh ini jangan tanya ke saya, sekarang intinya beginilah ya, kami sebagai perusahaan terbuka, kami (direksi) umurnya hanya setahun-setahun tidak ada istilah lima tahun,” ujar Nyoman saat acara Forum Merdeka Barat di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Kamis (22/2).

Pun Nyoman mengatakan, pada Maret atau April 2018, perseroan akan melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sebagai agenda tahunan, dan bisa saja membahas kinerja direksi perseroan.

“Jadi, nanti RUPS bulan Maret atau April begitu kami dianggap sudah cukup. Ya, sudah,”kata Nyoman.

Sebelumnya santer terdengar, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M Soemarno menyebutkan akan mengevaluasi jajaran direksi PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

Informasinya, hal itu terkait rentetan kasus kecelakaan kerja pada proyek infrastruktur yang digarap oleh Waskita. “Dan kami pasti kalau memang ada kesalahan human error, kami pasti akan berikan sanksi,” kata Rini saat menyampaikan keterangan usai rapat di kantor Kementerian PUPR, Selasa (20/2).

Seperti kita ketahui, dalam 14 tragedi kecelakaan kerja yang terjadi dalam tujuh bulan terakhir. Tujuh kasus, di antaranya merupakan proyek yang digarap oleh Waskita.

Lihat saja, mulai dari proyek LRT Palembang, Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), dan Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro).

Lantas, jatuhnya crane pengangkut Variable Message Sign (VMS) di Tol Jakarta-Cikampek, ambruknya konstruksi jembatan penyeberangan orang di Tol Pemalang-Batang, dan ambruknya perimeter selatan akses Bandara Soekarno-Hatta.

Dan yang terbaru, yakni ambruknya bekisting pierhead pada proyek Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu), Selasa (20/2), dini hari lalu. (RFN)