sumber : tempo. foto : Imam Hamdi
Bintangtimur.news – Jakarta – Komite Keselamatan Konstruksi (KKK) mengeluarkan rekomendasi setelah melakukan evaluasi terhadap pembangunan proyek layang. Ketua KKK Syarief Burhanuddin mengatakan sudah ditemukan penyebab-penyebab kecelakaan konstruksi proyek layang.

Selanjutnya, seluruh Direktur Operasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya harus mengundang sub-kontraktornya. Dia menjelaskan, hal tersebut dilakukan untuk melakukan komitmen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Dia mengatakan subkontraktor tersebut baik mengenai peralatan dan material yang juga harus diperhatikan. “Hal ini juga termasuk di dalamnya adalah tenaga kerja,” ujat Syarief.

Dari hasil pemeriksaan KKK, kata Syarief, personel yang bekerja di proyek tidak dinilai tidak melakukan screening atau pemeriksaan oleh kontraktor utama. “Ini terkait menyangkut kompetensinya ya. Kemudian apakah personelnya sudah pernah melakukan pelatihan,” ujar Syarief.

Komitmen-komitmen yang sudah tertuang dalam dokumen, kata Syarief, akan dilakukan pengecekan ke lapangan. Hal itu dilakukan untuk mengetahui bagaimana penyedia mempertanggungjawabkan apa yang sudah dipaparkan dalam waktu tiga hari ini.

Kementerian PUPR menyatakan sebanyak 38 proyek pembangunan infrastruktur layang boleh melanjutkan pekerjaannya kembali. Hal tersebut setelah sebelumnya pemerintah memberhentikan sementara pengerjaan proyek layang setelah terjadi kecelakaan kerja di proyek Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) beberapa waktu lalu. (AM7)

sumber : republika.co.id