Luhut pun bercerita menyoal hubungannya dengan dua tokoh nasional yang selama ini kerap berbeda pendapat dengan dirinya. (Foto-dok:Istimewa)

BINTANGTIMUR.NEWS, Jakarta. – Menteri Koordinator Maritim Luhut Binsar Panjaitan mengaku sangat menyukai seni dan budaya. Dari kacamata Luhut, kebudayaan merupakan elemen yang bisa mempersatukan semua masyarakat Indonesia dalam keragaman.

“Kebudayaan itu bisa menyatukan kita semua dalam perbedaan,” ujar Luhut saat menghadiri malam pagelaran seni lukisan Firdaus Alamhudi yang diselengarakan oleh Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) di Ballroom Sasono Mulyo, Le Meredien Hotel, Jakarta (5/3).

Lantaran hal itu, mantan Komandan Pusat Pendidikan Pasukan Khusus (Pusdikpassus) sangat menyayangkan betul, jika masih ada anak bangsa yang berkutat dan membicarakan perbedaan. Sementara, perkembangan teknologi sudah semakin pesat.

Kemudian, Luhut pun bercerita menyoal hubungannya dengan dua tokoh nasional yang selama ini kerap berbeda pendapat dengan dirinya.

Untuk kali Pertama, pria yang pernah menjabat Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golongan Karya dari 2009 hingga 2014 itu bercerita, menyoal pertemuannya dengan Ketua Umum partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) beberapa saat lalu. Kendati acap berbeda pendapat dengan SBY, Luhut mengaku tidak pernah menjadikan perbedaan itu sebagai perselisihan.

“Pak (SBY), kita kan beda pendapat, tapi kan tidak berkelahi, saya kan nggak musuhan,” cerita Luhut.

Lantas, Luhut juga bercerita tentang hubungan keakrabannya dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Dibumbui dengan guyon, Luhut bilang, meski sering berbeda pendapat, baik itu dalam hal politik maupun pandangan kebangsaaan. Namun, ada satu hal yang menyamakannya dengan mantan Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) ini.

“Wo (Prabowo) kan kita beda pendapat juga, tapi saya bilang ada satunya juga (yang sama), kita sama-sama makan nasi,” canda Luhut. (RFN)