Ilustrasi-Petani Kakao (Foto-dok:Istimewa)

BINTANGTIMUR.NEWS, Jakarta – Masih dalam rangkaian agenda kegiatan ASEAN FARMERS YOUTH CAMP I yang di gelar, oleh Pemuda Tani Indonesia. Kali ini, para pesertanya melakukan kunjungan dan pelatihan agrobisnis jenis komoditi  kakao yang dimiliki Bapak Wayan. Dilalahnya,  Bapak Wayan ini juga sebagai guru besar di Universitas Udayana, Bali.

Peserta ASEAN FARMERS YOUTH CAMP I.
(Foto-dok: Istimewa)

Lantas, salah satu peserta pelatihan ASEAN FARMERS YOUTH CAMP I asal Brazil, Diego Fierera mengatakan, petani kakao Bali dan Indonesia harus menjadi wirausahawan seperti usaha kakao yang dikelola oleh Wayan.

Selain itu, Diego juga menyampaikan harapan agar masyarakat tani Bali, khususnya kakao dapat termotivasi untuk berani melangkah menjadi agropreuneur kakao yang dapat melakukan pengolahan kakao menjadi berbagai jenis varian coklat.

“Sehingga, dapat meningkatkan pendapatan masyarakat tani Bali khususnya dan Indonesia,” katanya, Jumat (9/2).

Sementara, Markus Leunu peserta perwakilan asal provinsi Nusa Tenggara Timur pun menyampaikan harapan yang sama. Markus berharap betul, agar pemerintah juga serius membantu para petani kakao. Supaya mereka juga bisa mengelola sendiri hasil pertaniannya dan dengan begitu otomatis bisa meningkatkan kesejahteraan.

“Untuk itu, diharapkan pemerintah lebih serius membantu petani untuk memajukan kakao dan kesejahteraan petani kakao Indonesia,” harap pemuda asal bumi flobamora itu.