Pihak BRI menyatakan kasus hilangnya uang sejumlah nasabah BRI di sedikitnya tiga wilayah kantor cabang itu diduga karena praktik sindikat skimming (pembobol ATM), dan pihak BRI akan mengembalikan uang nasabah yang hilang tersebut. (Foto-dok:Istimewa)

BINTANGTIMUR.NEWS, Jakarta. — Belum lama ini, publik dikejutkan oleh kejadian hilangnya uang di dalam rekening tabungan milik para nasabah di tiga kantor Bank BRI cabang Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Dugaan sementara, hilangnya uang nasabah itu alatan ulah yang melibatkan sindikat skimmer asal luar negeri.

Belakangan, Kepala Cabang Bank BRI regional Kediri Dodi Kusmadi pun mengatakan ihwal hilangnya uang nasabah dalam rekening tabungan milik nasabah itu. Menurutnya, dari pemeriksaan awal yang dilakukan kantor BRI pusat, aliran dana transaksi misterius itu dikelola dari luar negeri. Dugaannya, diawali dari penyadapan data nasabah pada kartu ATM lewat metode skimming.

Dodi bilang, hal tersebut, kuat dugaan salah satunya pada transaksi rekening yang menunjukkan jumlah nominal yang tidak bulat. Ada embel-embel angka tertentu pada nilai transaksi yang terjadi karena konversi kurs mata uang.

“Kurs konversi dollar atau yen atau apa, masih diteliti oleh kantor pusat,” ujar Kepala Cabang BRI regional Kediri, Dodi Kusmadi seperti dikutip dari laman Kompas.com, Selasa (13/3).

Sekedar informasi, menyoal embel-embel angka yang tidak bulat itu, misalnya transaksi misterius yang menimpa Evalina, salah satu nasabah BRI Kediri yang mengaku kehilangan uang Rp 504,146,509 dari rekening tabungannya.

Pun Dodi menegaskan, peristiwa ini merupakan bentuk kejahatan sehingga pihaknya juga tengah menempuh jalur hukum, yakni melaporkannya kepada polisi.

“Kantor pusat sudah berkoordinasi dengan kepolisian dan FBI karena (diduga pelaku) ada di luar negeri,” kata Dodi.

Nah, menyoal penyadapan data kartu ATM nasabah, Dadi menjelaskan, kemungkinan skimming dilakukan sudah lama. Sebab, pihaknya sejak sebulan ini sudah intensif melakukan penertiban atau sterilisasi mesin ATM.

“Dan hasilnya tidak ditemukan skimmer,” tambahnya.

Memang, sebelumnya ramai diberitakan, bahwa uang nasabah dari tiga kantor unit BRI Kediri hilang secara misterius. Alhasil, mereka berbondong-bondong datang untuk melaporkannya. Celakanya, uang nasabah yang hilang itu bervariasi antara Rp 500.000 hingga Rp 10 juta.

Dilalahnya, beberapa nasabah pun baru mengetahui bahwa uangnya hilang, itu setelah mendapat pesan notifikasi transaksi dari ponselnya. Padahal, para nasabah itu tidak melakukan transaksi tersebut.

Terkait peristiwa hilangnya uang para nasabah itu. Belakangan, pun pihak BRI meminta para nasabahnya agar tidak panik dan pihak bank BRI akan melakukan penggantian uang yang hilang tersebut.

Untuk sementara, soal jumlah nasabah yang menjadi korban ataupun besaran nominal jumlah kerugian hingga saat ini belum diketahui secara rinci, sebab masih dalam proses perekapan pihak bank. (RFN)