Duta Besar untuk Norwegia dan Islandia DR. Todung Mulya Lubis, SH. LLM. (Foto-dok: Istimewa)

BINTANGTIMUR.NEWS, Jakarta. – Belum lama ini, koordinator Pusat Study Kebijakan Tembakau (PSKT) Sugeng Prayoga Alhabs mengkritik atas campur tangan, keterlibatan pengacara beken Todung Mulya Lubis, terkait somasi salah satu warga kepada dua perusahaan PT Gudang Garam dan PT Djarum Tbk yang belakangan mencuat kepermukaan. Padahal, saat ini  Todung Mulya pejabat aktif sebagai Duta Besar untuk Norwegia dan Islandia.

“Sebagai pejabat negara selevel duta besar seharusnya Todung nonaktif beracara sesuai peraturan yang berlaku. Secara etika kenegaraan, hal ini juga contoh yang tidak baik,” ujarnya di Jakarta, Selasa (13/3).

Sugeng bilang, saat ini timbul pertanyaan besar di publik yang terkesan Todung mengutamakan profesi lamanya sebagai pengacara guna menuntut perusahaan rokok dan mengesampingkan jabatan barunya sebagai duta besar yang lebih prestisius.

Sebagaimana ramai diberitakan media nasional, bahwa Rohayani (50) melayangkan somasi kepada dua perusahaan rokok yakni PT Gudang Garam dan PT Djarum Tbk. Tak tanggung-tanggung, Rohayani juga menggandeng pengacara kondang Todung Mulya Lubis dan Azas Nainggolan.

“Kami mengajukan somasi kepada Djarum dan Gudang Garam selaku pelaku usaha yang memproduksi dan mengedarkan rokok yang dikonsumsi klien kami 1975 sampai 2000 sehingga ia mengalami kecanduan dan penurunan kualitas tingkat hidup,” kata Todung saat jumpa pers di Equity Tower, Jakarta Jumat (9/3).

Informasinya, Rohayani pun menuntut ganti rugi sebesar Rp 178.074.000 sebagai ganti rugi uang yang dihabiskan Rohayani untuk membeli produk Gudang Garam, dan santunan senilai Rp 500 miliar.

Sementara, PT Djarum Tbk dituntut membayar ganti rugi Rp 293.068.000, ditambah santunan senilai Rp 500 miliar. Selain itu, ada satu alokasi lagi yang dituntut kepada dua perusahaan tersebut sebagai biaya perawatan kesehatan Rohayani.

“Untuk biaya kesehatan nanti masih akan kita hitung terlebih dahulu,” lanjut Todung.

Belakangan, Rohayani mengaku, lantaran mengonsumsi kedua merek rokok tersebut, kini dirinya diterpa beragam penyakit.

“Sekarang paru-paru saya sudah kena, selain itu saya juga batuk-batuk berdahak,” kata Rohayani pada kesempatan yang sama. (RFN)