Pihak Komite Keselamatan Konstruksi Kementerian PUPR telah memberikan rekomendasi kepada Kementerian BUMN berkaitan dengan kejadian ambruknya tiang tol Becakayu. (Foto-dok:Istimewa)

BINTANGTIMUR.NEWS, Bogor – kabarnya, surat rekomendasi menyoal pencopotan direksi PT Waskita Karya (persero) Tbk hingga saat ini belum juga ditanda-tangani oleh Menteri BUMN Rini Soemarno sebagai pihak yang berkompeten. Setidaknya, hal itu dikatakan oleh Menteri PUPR Basuki Hadimujono kala di Istana Bogor, (12/3), kemarin.

“Ini (surat pencopotan) belum ditandatangani (oleh Menteri BUMN),” ungkap Basuki Hadimuljono, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Istana Bogor, Senin (12/3).

Sebelumnya, pihak Komite Keselamatan Konstruksi Kementerian PUPR telah memberikan rekomendasi kepada Kementerian BUMN berkaitan dengan kejadian ambruknya tiang tol Becakayu, beberapa waktu lalu.

Seperti kita ketahui, pengerjaan tol tersebut digawangi oleh Waskita Karya. Basuki bilang, sanksi yang dikenakan kepada Waskita itu sampai ke direksi.

Selain kepada Waskita, pihaknya juga sore ini memberikan sanksi lainnya kepada perusahaan karya pelat merah lainnya seperti Hutama Karya dan Wijaya Karya (WIKA).

“Sanksi di masing-masing perusahaan besa-beda semua, jadi Waskita sendiri, Hutama sendiri, dan WIKA sendiri,” ujar Basuki.

Memang, Rini pernah menyampaikan, akan menambahkan satu kursi direksi bagi tiap-tiap perusahaan karya, yaitu direktur keamanan. “Yang pasti akan kami lakukan adalah merestrukturisasi struktur organisasi. Kami akan menekankan kalau harus ada direktur safety (Keamanan),” ujarnya beberapa waktu lalu.

Kabarnya, Direktur Keamanan itu bakal memainkan peran yang sangat penting di tengah masifnya pembangunan infrastruktur pemerintah, yaitu untuk dapat memastikan bahwa semua proyek infrastruktur bisa selesai dengan aman. Maka, tak heran bila Rini akan melakukan pembenahan direksi di tiap perusahaan karya.

Kendati begitu, tetap saja pihak Kementerian BUMN masih enggan merinci mengenai perombakan jajaran direksi di tubuh BUMN karya itu. Namun, Rini memastikan, pergantian direksi akan diumumkan melalui RUPS masing-masing perusahaan, sekitar bulan April hingga Mei 2018, mendatang. (RFN)