Ilustrasi - Beras Impor Bulog (Ilustrasi-dok:Istimewa)

BINTANGTIMUR.NEWS, Jakarta. – Diam-diam Kementerian Perdagangan (Kemdag) memberikan izin perpanjangan waktu impor beras bagi Perum Bulog. Ada apa?

“Bulog merevisi waktu tanggal 28 Februari menjadi 31 Maret,” ujar Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri (Dirjen Daglu), Kemdag Oke Nurwan saat ditemui di Musyawarah Nasional X Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Rabu (14/3).

Oke bilang, Revisi tersebut untuk menyelesaikan impor beras Bulog yang sebelumnya belum terealisasi. Secara kontrak pembelian, Bulog melakukan impor beras sebesar 281.000 ton.

Namun, hingga batas akhir pada tanggal 28 Februari 2018 beras yang masuk baru sebesar 261.000 ton. Sementara 20.000 ton dari India mengalami keterlambatan pengiriman.

“Izinnya ada yang jumlah tertentu sampai Juni 2018 sementara yang Maret 2018 karena tidak terkejar,” terang Oke.

Nah, untuk 261.000 ton beras impor yang telah sampai di Indonesia itu, didatangkan dari Vietnam dan Thailand. Sementara, Oke mengatakan, ada sekitar 239.000 ton beras lagi yang akan didatangkan berasal dari India dan Pakistan. (RFN)