Pembangunan infrastruktur pada setiap KSPN direncanakan secara terpadu, baik penataan kawasan, jalan, penyediaan air baku dan air bersih, pengelolaan sampah, sanitasi, dan perbaikan hunian penduduk melalui sebuah rencana induk pembangunan infrastruktur. (Foto-dok:Ganda Tallo/BTNews)

BINTANGTIMUR.NEWS, Jakarta – Memang, sektor pariwisata menjadi salah satu program prioritas Kabinet Kerja Pemerintahan Jokowi-JK untuk mendongkrak devisa juga investasi. Tak tangung-tanggung, target 20 juta kunjungan wisatawan asing pun dipatok hingga tahun 2019 mesti terealisasi. Untuk itulah, pemerintah menetapkan 10 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) alias “10 Bali baru”.

Berkaitan dengan hal itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan infrastruktur pada setiap KSPN direncanakan secara terpadu, baik penataan kawasan, jalan, penyediaan air baku dan air bersih, pengelolaan sampah, sanitasi, dan perbaikan hunian penduduk melalui sebuah rencana induk pembangunan infrastruktur.

Pun Basuki mencontohkan, dukungan infrastruktur bagi pengembangan salah satu KSPN yakni Danau Toba. Tantangannya adalah akses jalan menuju lokasi wisata.

“Saat ini waktu tempuh dari Medan ke Danau Toba sekitar lima jam perjalanan untuk menempuh jalan sepanjang 170 km yang akan komplementer dengan Bandara Silangit,” ujarnya di Jakarta, Kamis (22/3).

Oleh sebab itu, Basuki bilang, Kementerian PUPR berupaya memangkas waktu tempuh hingga setengahnya melalui pembangunan jalan tol dengan melibatkan investasi swasta. Tahun 2018, ditargetkan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi sepanjang 61,7 km akan rampung.

Lantas, konstruksi Tol Tebing Tinggi-Pematang Siantar sepanjang 35 km dan Pematang Siantar hingga Parapat sepanjang sepanjang 27 km.

“Selain itu, untuk ruas jalan arteri dilakukan peningkatan jalan lingkar Toba, baik pada lingkar dalam (inner ring road) sepanjang 125 km dan lingkar luar Toba (outer ring road) sepanjang 360 km,” kata Basuki. (RFN)