Skema baru ini akan meningkatkan pendapatan negara. Jadi, kendati pemerintah memberi pengaturan pengurangan pajak penghasilan (PPh). Namun, melalui tax holiday, pemerintah tetap mendapat penerimaan dari pajak pegawai maupun penjualan. (Ilustrasi-dok:Istimewa)

BINTANGTIMUR.NEWS, Jakarta. – Agar mendongkrak iklim investasi di Tanah Air. Kabarnya, pemerintah bakal segera menerbitkan aturan baru berupa insentif tax holiday alias pembebasan Pajak Penghasilan (PPh) untuk kalangan investor. Ya, setidaknya, beleid ini memberi kepastian bagi para investor baru.

Terkait hal tersebut, Direktur Eksekutif Center For Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo mengatakan, bahwa kebijakan ini bukan tanpa resiko. Bahwa penerimaan pajak negara berpotensi turun.

“(penerimaan pajak) Ya memang turun, tax holiday itu memang pengorbanan. Dari sisi pendapatan negara turun. Tapi dari sisi multiplayer, perekonomian bertambah,” kata Yustinus di Jakarta, Rabu (4/4).

Kendati begitu, lanjut Yustinus, tax holiday bakal menguntungkan pemerintah. Dengan tumbuhnya perusahaan baru, menyerap tenaga kerja dalam jumlah signifikan. Artinya, sumber penerimaan pajak baru bagi negara.

“Itu harus juga dihitung, karena jangka panjang akan jadi penerimaan pajak. Jadi, tax holiday ibarat investasi. Misalnya, saya inves 10 tahun akan petik hasilnya, kan gitu ya,” ujar Yustinus.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menerangkan, regulasi tersebut akan diterbitkan melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Menurutnya, dalam regulasi baru, Pemerintah pun menjamin tax holiday akan diberikan murni alias menghilangkan kewajiban pajak sebe­sar 100 persen.

“Sekitar 2 minggu dari seka­rang, regulasi akan diterbitkan. Nanti bisa dilihat lebih lengkap kegiatan apa saja yang bisa da­pat tax holiday,” kata Darmin di Jakarta, (5/4) kemarin.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pajak Kemenkeu, Robert Pakpahan juga mengatakan, skema baru ini akan meningkatkan pendapatan negara. Jadi, kendati pemerintah memberi pengaturan pengurangan pajak penghasilan (PPh). Namun, melalui tax holiday, pemerintah tetap mendapat penerimaan dari pajak pegawai maupun penjualan.

“Pajak perusahaan memang dibebaskan. Tapi keuntungan dari mereka berjualan, PPN jalan terus, ada tax itu. Kalau mereka hire karyawan eksekutif kan ada PPh 21, negara dapat dari sana. Dan ini juga untuk meningkatkan investasi,” ujar Robert beberapa waktu lalu.

Nantinya, kata Robert, tax holiday ini diberikan pada penanaman modal baru. Tetapi Tax holiday tidak akan mengurangi penerimaan pajak yang ada saat ini.

“Ini bukan dari yang eksisting, tax holiday terhadap future, cara membacanya kalau tax holiday tidak diberikan, enggak datang investasinya. Dan memang enggak ada revenuenya. Itu enggak menggembosi eksisting revenue,” menurut Robert. (RFN)