Saat kejadian, ada 21 orang di lokasi yang tertimbun material bangunan. Sebagian besar sudah mendapat pertolongan dan perawatan di rumah sakit. Kepala Kantor SAR Manado Mochamad Arifin mengatakan, ada tiga pekerja yang dilaporkan masih tertimbun material. (Foto-dok:Istimewa)

BINTANGTIMUR.NEWS, Minahasa Utara. – PT Wijaya Karya (WIKA) menyampaikan penjelasan kepada publik, ihwal kecelakaan pekerjaan proyek konstruksi jalan Tol Manado Bitung di Desa Tumaluntung, Kabupaten Minahasa Utara.

Insiden itu terjadi pada Selasa, (17/4), sekira pukul 13.58 wita. Pekerjaan pengecoran insitu pada salah satu slab, tiba-tiba runtuh. Di mana salah satu slab dengan spesifikasi dan metode kerja yang sama telah berhasil dibangun.

“Dapat kami sampaikan klarifikasi bahwa konstruksi yang runtuh adalah overpass akses Jalan Tumaluntung yang melintas di atas lokasi rencana Jalan Tol Manado-Bitung (underpass),” kata Puspita dalam keterangan tertulis, Selasa malam (17/4).

Dua Nyawa Melayang

Saat kejadian, ada 21 orang di lokasi yang tertimbun material bangunan.  Sebagian besar sudah mendapat pertolongan dan perawatan di rumah sakit. Kepala Kantor SAR Manado Mochamad Arifin mengatakan, ada tiga pekerja yang dilaporkan masih tertimbun material.

“Seorang telah berhasil dievakuasi, sedangkan dua lagi dalam upaya penyelamatan,” kata Arifin.

Proses evakuasi korban ambruknya overpass Jalan Tol Bitung-Manado.
(Foto-dok:Istimewa)

Proses evakuasi terhadap satu korban terakhir atas nama Dadi asal Bandung yang berhasil dievakuasi tepat pukul 02.30 Wita, Rabu (18/4).

Korban terakhir ini berhasil dievakuasi, setelah sebelumnya korban kedua atas nama Sugeng Pranoto asal Blitar Jawa Timur, dievakuasi oleh Tim SAR Manado dibantu aparat TNI dan Polri, serta pekerja dari PT Wika sendiri sekira pukul 23.30 Wita, Selasa (17/4).

Sementara, proses evakuasi yang berlangsung sekira 12 jam lebih itu, akhirnya dihentikan setelah dua korban ambruknya jembatan penghubung (overpass) di ruas jalan tol Manado-Bitung, di Desa Tumaluntung, berhasil dievakuasi, kendati kedua nyawa korban melayang tak terselamatkan.

“Tepat pukul 02.30 Wita korban ketiga berhasil dievakuasi dan dalam kondisi sudah meninggal,” kata Arifin.

Menurut Kepala Kantor SAR Manado itu, proses evakuasi agak lama disebabkan karena akses untuk masuk sulit dan kondisi korban terjepit pada scaffolding.

“Jadi harus memotong kayu juga memotong scaffolding, besi-besi sedikit demi sedikit sehingga tidak ada reruntuhan yang terjadi,” ujar Arifin.

Kata Arifin, oleh karena ketiga korban yang dilaporkan sudah ditemukan, maka proses evakuasi ditutup.

Puspita mengatakan WIKA bertanggung jawab penuh terhadap semua korban dan menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat atas kejadian ini. WIKA memastikan para korban mendapatkan penanganan terbaik.

Lebih lanjut Puspita Anggraeni mengatakan sejak Senin, (16/4) pukul 22.00 telah dilaksanakan pembangunan overpass dua slab di Desa Tumaluntung, Minahasa Utara. Adapun spesifikasi panjang bentang 36 meter dan lebar 10 meter sebagai penghubung atau akses Jalan Tumaluntung. Dari hal tersebut kemudian akan diikuti dengan pekerjaan konstruksi underpass Jalan tol Manado-Bitung. (RFN)