foto : padangkita.com

Bintangtimur.news – Jakarta – Maraknya kasus narkoba di Tanah Air tidak terlepas dari penyelundupan barang haram itu yang antara lain dipasok melalui Malaysia. Aktivitas ilegal itu dilaporkan banyak dilakukan via sejumlah ‘jalur tikus’ melalui darat setelah jalur laut dan udara mendapat pengawasan ketat.

Karena itu, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Heru Winarko menyatakan pengawasan jalur darat, terutama di perbatasan Malaysia-Kalimantan akan diperketat.

“Di perbatasan memang cukup banyak tempat yang jadi perhatian kita. Karena itu, sinergi imigrasi-karantina dan lain-lain perlu diperketat untuk mengaman-kan perbatasan kita,” kata Heru, beberapa waktu lalu.

Menurut Komjen Heru, komunikasi dengan aparat di negara tetangga juga perlu diintensifkan untuk mengantisipasi penyelundupan.

Jalur darat perbatasan yang rawan menjadi pintu masuk penyelundupan narkoba itu pun diakui Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi. Hal itu lantaran ada pengetatan pengawasan di bandara utama dan pelabuhan-pelabuhan sehingga jalur udara dan laut menjadi sulit ditembus.

“Setelah kita ketatkan pengawasan, mereka pindah ke laut. Lalu ada yang tertangkap di Batam, mereka pindah ke jalur darat. Mereka berulang-ulang terus karena harus masuk banyak, kebutuhannya banyak,” tegas Heru Pambudi.

Perbatasan Malaysia-Kalimantan, sebut dia, memang amat panjang, nyaris 1.000 km. Di jalur itu juga banyak jalur tikus yang luput dari pantauan. Seperti kendaraan dari luar yang banyak masuk dari Bengkayang. Karenanya, diperlukan sinergi TNI, Polri, BNN, dan Bea Cukai untuk memantau lokasi perbatasan ini guna menghadang masuknya narkoba.

Penyelundupan dari perbatasan via jalur darat, masih kata Heru Pambudi, juga cenderung meningkat. Pada triwulan pertama 2018, dikatakan, sudah disita 3.034 ton narkoba. Jumlah tersebut meningkat dari tahun lalu yang hanya mencapai 2,13 ton dalam setahun.

“Kita punya sistem untuk memantau, terutama di pos lintas batas perbatasan. Kita perlu waspada karena makin hari makin mengkhawatirkan. Kendaraan yang keluar-masuk juga kita pantau. Pernah ada yang diselundupkan di ban mobil juga kita tangkap,” kata dia.

Ditembak

Terkait dengan aktivitas penyelundapan narkoba dari Malaysia, kemarin Polri menembak mati seorang bandar narkotika jenis heroin.

Abang alias ABS, 34, dilumpuhkan petugas Polres Metro Tangerang. Sosok yang dua kali keluar-masuk Lembaga Pemasyarakatan (LP) Nusa Kambangan itu dilaporkan ditembak mati karena saat akan dibekuk melakukan perlawanan.

Tujuh orang lainnya, yang merupakan kaki tangan ABS, dikatakan dibekuk dan digelandang ke Polres Metro Tangerang untuk mempertanggung jawabkan perbuatan mereka.

“ABS yang merupakan jaringan narkotika Malaysia kami tembak mati, karena saat akan dibekuk melawan,” kata Kapolres Metro Tangerang, Kombes Harry Kurniawan, kemarin.

Barang bukti yang disita petugas dari jaringan itu, kata Harry, ialah 1,83 kg lebih heroin, 101 butir ekstasi, dan 22 gram serbuk ekstasi.

Harry Kurniawan menjelaskan penangkapan terhadap jaringan narkotika yang memasarkan barang haram itu di wilayah Jabodetabek, berawal dari informasi warga.

Dilaporkan bahwa di wilayah Kota Tagerang Selatan terdapat seorang perempuan, ST, 47, yang kerap mengedarkan narkotika.

Setelah dilakukan penyelidikan dan ST ditangkap dengan barang bukti berupa 101 butir ekstasi, dan 22 gram serbuk ekatasi, masih kata Harry, petugas mendapatkan nama PL, 42, dan RK, 37, yang juga tinggal di wilayah tersebut.

“Begitu ditangkap, petugas mendapatkan barang bukti berupa beberapa gram heroin.”

Dari pengembangan kasus tersebut petugas menemukan keterlibatan AS, 35, dan RH, 37, yang juga tinggal di Tangerang Selatan. Juga AF, 38, dan NR, 40, yang tinggal di daerah Bekasi, Jawa Barat.

“Setelah ketujuh orang ini kami tangkap, akhirnya kasus itu mengarah ke ABS, yang tinggal di Karawaci,” tegas Harry Kuriawan.

Begitu ABS dibekuk, petugas pun mendapatkan barang bukti berupa heroin sebanyak lebih dari 1,83 kg, sebuah paspor, dan 3 KTP milik ABS yang berbeda nama dan alamat.

“Kami duga ABS ini jaring-an narkotika Malaysia karena berdasarkan paspor yang ditemukan, ia pulang-pergi ke negara tersebut. Bahkan, ia baru datang dari negara tersebut beberapa hari sebelum ditangkap,” kata Harry.

Saat ditanya mengenai jalur penyelundupan yang dipilih, Harry tidak memerinci. “Entah barang itu di selundupkan lewat udara atau laut. Yang jelas, kasus ini masih dalam penyelidikan.” (AM7)

sumber : media indonesia