ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho
Bintangtimur.news – Jakarta – Pemerintah tengah melakukan evaluasi laik fungsi terhadap tujuh ruas tol baru yang ditargetkan dapat beroperasi pada akhir bulan ini.

“Evaluasi laik fungsi jalan tol diselenggarakan dalam rangka pemenuhan persyaratan aspek teknis, operasi, dan administrasi sebagai jalan tol yang berkeselamatan,” ujar Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna dalam keterangan resmi, Kamis (3/5).

Tujuh ruas tol tersebut ialah Tol Solo-Ngawi Seksi Kartosuro-Simpang Susun (SS) Sragen sepanjang 36 kilometer (km), Tol Bogor Ring Road Seksi 2B Kedung Badak-Simpang Yasmin sepanjang 2 km, Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (MKTT) Seksi 1 SS Tanjung Morawa-SS Parbarakan sepanjang 10,75 km, Tol Gempol-Pasuruan Seksi 2 SS Rembang-SS Pasuruan sepanjang 6,6 km, Akses Dryport Cikarang Tol Jakarta-Cikampek sepanjang 3,5 km, Tol Pejagan-Pemalang Seksi SS Brebes Timur-Sewaka sepanjang 37 km dan Tol Pemalang-Batang Seksi Sewaka-SS Pemalang sepanjang 5,2 km.

Herry mengungkapkan, dalam pelaksanaannya, proses evaluasi dilakukan oleh tim laik fungsi yang terbagi atas tiga sub tim yang terdiri dari unsur Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera), Kementerian Perhubungan, dan Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia.

Sub tim I akan mengevaluasi aspek keselamatan dan manajemen lalu lintas, sub tim II mengevaluasi aspek sarana jalan, jembatan dan bangunan pelengkap, serta sub tim III mengevaluasi aspek administrasi dan operasi. Adapun laporan mengenai rencana evaluasi laik fungsi sudah disampaikan pada akhir April lalu kepada Menteri PU-Pera Basuki Hadimuljono.

Sebelum evaluasi dilakukan, BPJT sedianya telah melakukan pra laik fungsi untuk mengetahui progres penyelesaian pekerjaan pada beberapa ruas tol yang mendekati selesai.

Untuk ruas tol Solo-Ngawi Seksi Kartosuro-SS Sragen, Tol Bogor Ring Road Seksi 2B dan Jalan Tol MKTT Seksi 1 serta Tol Gempol-Pasuruan Seksi 2 penyelesaian pekerjaan berupa sentuhan akhir ditargetkan selesai paling lambat minggu kedua Mei mendatang.

Sementara untuk Akses Dryport Cikarang dalam tahap penyelesaian perbaikan permukaan perkerasan jalan dan kelengkapan peralatan transaksi tol yang juga akan selesai pada akhir bulan ini.

Terkait penyesuaian tarif, Herry mengatakan kebijakan itu tidak bisa dilakukan secara menyeluruh pada semua ruas tol. Ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi agar kebijakan itu dapat diterapkan, seperti ruas yang tidak terlalu ramai atau tidak memiliki banyak jalan alternatif namun memiliki nilai investasinya cukup tinggi.

“Penurunan tarif dilakukan secara selektif, tergantung lokasi. Kalau di dalam kota jaringannya banyak, orang bisa punya banyak pilihan. Pemerintah juga punya kebijakan untuk mendorong penggunaan transportasi publik, jadi ya tidak diturunkan. Kalau tol dalam kota terlalu murah nanti semua bawa mobil pribadi, akhirnya macet. Jadi selektif. Tidak semua,” jelasnya. (AM7/sumber : mediaindonesia.com)