Ketua Umum GEKIRA Pusat Fary Djemi Francis

Bintangtimur.news – Jakarta – Pengurus Pusat Gerakan Kristen Indonesia Raya (GEKIRA) dalam pernyataan sikapnya menolak organisasi massa manapun yang tidak mengakui pancasila. Organisasi tersebut harus ditolak dan dilarang eksistensinya di Indonesia.

Menurut Ketua Umum Gekira Pusat Fary Djemi Francis, ada beberapa point pernyataan sikap yang dikeluarkan GEKIRA Pusat.

1. Gerakan Kristiani Indonesia Raya (GEKIRA) menyatakan bahwa organisasi massa manapun yang tidak mengakui Pancasila sebagai dasar negara dan UUD 1945 sebagai landasan konstitusi bernegara, harus ditolak dan dilarang eksistensinya di tanah air Indonesia.

2. Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika adalah empat konsensus kebangsaan yang sudah final sebagai fondasi bangunan kebangsaan ini. Tidak ada ruang bagi ormas manapun untuk mengutak-atik konsensus ini dengan paham-paham yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.

3. GEKIRA sebagai organisasi sayap Partai GERINDRA sangat mendukung ideologi perjuangan partai dan akan berada di garda terdepan dalam menjaga dan menghidupkan Pancasila dan UUD 1945, mempertahankan keutuhan dan persatuan NKRI serta menghayati spirit kebinekaan sebagai bangsa yang satu. GEKIRA menolak dengan tegas berbagai paham radikal, terorisme yang merong-rong keutuhan bangsa ini dan dapat membuat tenunan kain persatuan terkoyak. Tak ada tempat bagi radikalisme. Tak ada ruang bagi terorisme di sejengkal pun tanah air Indonesia ini.

4. GEKIRA mengajak dan menghimbau semua anak bangsa untuk tetap menjaga persatuan, saling bekerja sama membangun bangsa, menghidupkan Pancasila dan UUD 1945 dan tidak mudah terprovokasi oleh aneka informask hoax serta upaya-upaya segelintir pihak yang mengancam kedaulatan bangsa.

5. GEKIRA meminta agar negara harus hadir dalam setiap persoalan rakyat. Negara mesti menjamin keselamatan dan kenyamanan rakyat dari berbagai aksi radikal, teroris dengan tetap tidak berkompromi pada kekuatan-kekuatan yang dapat mencederai Pancasila dan UUD 1945.

6. GEKIRA meminta negara tetap menjamin hak konstitusional setiap anak bangsa maupun organisasi dalam mencari dan memperjuangkan keadilan hukum sesuai peraturan hukum dan perundang-undangan yang berlaku di Republik Indonesia ini.

“Kita berharap perjalanan bangsa ini tetap dalam suasana kebersamaan, keberagaman, dan persatuan. Mari kita jaga bersama bangsa ini sehingga tidak ada organisasi massa manapun yang ingin menggantikan Pancasila,” ungkapnya. (AM7)