Dr (Hc) Hasyim Djojohadikusumo

Bintangtimur.news – Kupang – Ekonom Nasional dan Internasional Hasyim Djojohadikusumo meminta pemerintah dan warga NTT harus memperhatikan masalah lingkungan dan sampah. Sebagai daerah yang memiliki potensi wisata terbesar, dua persoalan itu harus menjadi perhatian serius.

“NTT ini salah satu potensi ekonominya dari pariwisata. Ada komodo dan lainnya. Kalau lingkungan dan sampah tidak dijaga dengan baik, maka lama kelamaan orang akan tinggalkan potensi tersebut,” ungkap Hasyim, saat menjadi keynote speaker Paradoks Ekonomi Indonesia, di Stikes Nusantara Kupang, Senin (11/6).

Hadir dalam diskusi kebangsaan tersebut, Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemi Francis, Ketua DPD Gerindra NTT Esthon Foenay, dan para pelaku ekonomi, rektor, tokoh pemuda dan tokoh masyarakat.

Hasym mengungkapkan,  dia pernah disampaikan temannnya turis asal Rusia berkaitan dengan Bali. Menurut temannya, beberapa pantai di Bali sudah tidak seperti dulu lagi. Sekarang, pantai di Bali kotor dan dipenuhi sampah. Dampaknya, banyak turis yang tidak memilih bali lagi sebagai destinasi wisata, hanya karena tidak bisa menjaga kebersihan lingkungan.

“Turis Rusia teman saya itu kecewa sekali. Pantai Nusa Dua, Pantai Kuta semakin kotor karena sampah. Kondisi itu membuat turis tidak datang lagi. Yang lebih berbahaya lagi adalah, mereka akan sampaikan kepada teman-teman mereka yang ada di selruh dunia tentang kondisi itu. Tentu kita yang rugi kalau kita tidak menjaga lingkungan. Khusus untuk NTT, kita harus memulai dari sekarang,” tegasnya.

Menurut Hasyim, persoalan menjaga potensi wisata adalah tugas pemerintah dan masyarakat. Sinergisitas pemerintah dan masyarakat harus dilakukan betul agar potensi wisata ini tetap terjaga dan dilestarikan.

“Para mahasiswa, pemuda, kelompok masyarakat bisa menjadi tenaga sukarela bersama pemerintah membersihkan sampah yang bertebaran di lokasi wisata. Kalau kita tidak jaga dengan baik, bisa saja suatu saat ikan dan komodo mati karena makan plastik,” ujar pengusaha sukses ini. (AM7)