Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemi Francis bersama para santri.

Bintangtimur.news – Jakarta – Ketua Fraksi Gerindra MPR RI Fary Djemi Francis menegaskan peringatan Hari Santri tanggal 22 Oktober 2018 harus menjadi momentum kebangkitan negeri.

Masyarakat umum jangan hanya menikmati Hari Santri saja, tetapi harus mampu meresapi nilai-nilai, ajaran dan norma para santri dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

“22 Oktober kemarin, kita semua memperingati Hari Santri. Serangkaian acara dilakukan guna merayakan hari jadi kaum pesantren. Mulai dari kirab, pengajian, hingga berbagai perlombaan. Hari Santri jangan hanya menjadi ajang seremoni belaka, hari Santri harus menjadi momentum kebangkitan Negeri. Pemerintah mesti berperan aktif agar para santri memiliki kualitas serta daya saing internasional,” ungkap fary yang juga Ketua Gerakan Kristen Indonesia Raya (Gekira) Pusat ini.

Menurut Ketua Komisi V DPR RI yang dikutip dari laman facebooknya, sifat santri adalah pembelajar.

“Karena itu kita semua jangan pernah berhenti untuk mencari ilmu pengetahuan sebanyak-banyaknya. Di zaman globalisasi saat ini, dibutuhkan banyak ilmu pengetahuan.,” ujarnya

Fary menambahkan, sifat santri adalah penghapal.

“Karena itu kita semua harus mampu menghafal jati diri kita sebagai Bangsa Indonesia. Hafal akan sejarahnya, hafal akan budayanya, hafal akan norma dan etikanya,” ujarnya

Sifat santri adalah menghormati.

“Karena itu kita semua harus saling menghormati satu sama lain. Baik dalam persoalan agama, persoalan suku, hingga persoalan sikap politik yang belakangan ini sedang ramai diperbincangkan,” tegasnya.

Sifat santri adalah solidaritas.

“Karena itu kita semua harus mampu mengasah rasa peduli kepada sesama manusia. Solidaritas kepada saudara kita yang sedang tertimpa bencana, solidaritas kepada sesama anak bangsa. Jangan mudah dipecah belah,” ungkapnya.

“Karena itu, jika kita semua dapat menjiwai dan mengaplikasikan esensi dari hari santri, saya yakin Indonesia akan menjadi negara yang damai, maju, mandiri, berbudaya dan berkarakter,” pungkasnya. (AM7/*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here